Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Banyak Jalan dan Bendungan Hancur

SEMARANG, Jowonews.com – Pembangunan jalan transportasi di pedesaan masih banyak dikeluhkan masyarakat. Begitu juga dengan normalisasi fungsi bendungan untuk pengairan sawah yang masih bermasalah.

Anggota Fraksi Gerindra, Yudi Indras Wiendarto mengatakan, infrastruktur di perdesaan sangat penting untuk mendongkrak hasil pertanian dari para petani, sehingga perputaran ekonomi bisa lebih baik.

Disamping itu, dengan baiknya infrastruktur pertanian diharapkan bisa membangun generasi yang punya semangat untuk bertani karena adanya harapan untuk maju dan lebih baik.

“Saat reses, banyak masyarakat masih mengeluhkan soal jalan di perdesaan dan pengairan sawah. Pembangunan dan normalisasi bendungan atau embung sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena manfaatya berdampak langsung untuk masyarakat pedesaan, terlebih pada musim kemarau. Saat musim kemarau datang, para petani di pedesaan berpotensi mengalami kegagalan panen karena kurangnya suplai air untuk tanaman,” ujarnya, Rabu (30/3).

Sebagai contoh, lanjutnya, di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, masyarakat harus menelan kerugian akibat kekeringan sebesar Rp 6 juta per hektare dari total 150 hektare, dengan total kerugian mencapai Rp 9 miliar.

Karena itu, adanya embung akan mampu menampung debit air saat musim hujan sehingga bisa mengurangi resiko banjir, dan ketika musim kemarau masyarakat bisa memanfaatkan air dalam embung tersebut baik untuk keperluan rumah tangga atau untuk mengairi sawah.

“Melihat besarnya manfaat embung, masyarakat Jawa Tengah menagih janji gubernur untuk membangun seribu embung di Jawa Tengah,” tandasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo mengklaim, persentase jaringan irigasi selama 2015 dalam kondisi baik yakni sebesar 76% sesuai target. Pekerjaan di bidang pengelolaan sumber daya air yang mencakup pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, penyediaan dan pengelolaan air baku; pengembangan, pengelolaan, dan konservasi sungai, danau dan sumber daya air lainnya; dan program pengendalian nanjir dan pengamanan pantai, diklaim seluruhnya mencapai target 100%.

BACA JUGA  40 Persen Irigasi di Jateng Rusak

Hasilnya yaitu cakupan pelayanan air minum dan sanitasi yang terdiri atas air minum perkotaan sebesar 75,59% melebihi target 75%; air minum perdesaan sebesar 75,45%, melebihi target 52,8%; dan sanitasi sebesar 76,94% melebihi target 72%.

“Sungai-sungai dalam kondisi baik sebesar 54,76% melebihi dari target 3%, dan meningkat dari 51,76%. Sedang luas daerah genangan akibat banjir menurun sebesar 54% sesuai target,” terangnya.

Menurutnya, pencanangan tahun infrastruktur pada 2014 dan berlanjut di 2015, dapat memicu pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Anggaran untuk penanganan infrastruktur jalan pada 2014 sebesar Rp1,109 triliun, meningkat jadi Rp 1,903 triliun pada 2015.

Hasilnya antara lain panjang jalan yang ditingkatkan kualitas dan kapasitasnya mencapai 393,43 km, bertambah sepanjang 192,07 km dari capaian 2014 yang hanya 201,36 km. Persentase panjang jalan dengan lebar lebih dari atau sama dengan 6 meter mencapai 66,48%, meningkat dibanding 2014 sebesar 55,24%. Status jalan provinsi dalam kondisi baik mencapai 88,27%, meningkat dibanding 2014 sebesar 86,92%. (Jn01/jn03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Baca juga berita lainnya...