Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Separoh Pabrik Gula di Jateng Tak Beroperasi

SEMARANG,Jowonews.com – DPRD menyorot masalah peliknya persoalan produksi gula di Jawa Tengah. Mulai dari produksi yang minim, banyaknya pabrik gula yang tidak beroperasi sampai berbagai kebijakan yang belum berpihak pada petani tebu.

Bahkan rendemen tebu di Jateng masih hanya berkisar di angkat 5 sampai 6 persen saja. Padahal, secara geografis potensi Jawa Tengah sebagai daerah swasembada gula sangat besar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Yudi Sancoyo mengatakan, dari jumlah total 15 pabrik gula hanya 8 yang beroperasi. Ironisnya meski begitu, operasionalnya masih belum 100 persen karena berbagai persoalan di lapangan.

Kondisi ini secara tidak langsung membuat swasembada gula di Jateng sulit tercapai. “Bagaimana mau swasembada, wong pabrinya saja tidak semua beroperasi,” katanya, Kamis (14/4).

Kondisi itu, masih diperparah dengan tidak semuanya pabrik gula menerima pasokan tebu dari petani. Ujungnya, petani tebu mengeluh dan mulai enggan menanam tebu karena tidak ada jaminan pasokan bakal diterima semua.

Pemprov mestinya harus mengambil langkah cepat menyelesaikan persolan gula di Jawa Tengah. “Ini persoalan serius, masak dari dulu persoalan gula tidak pernah selesai. Harus ada solusi kongret,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Tengah, Yuni Astuti mengatakan, selama ini pemerintah tidak tinggal diam untuk menyelesaikan persoalan gula di Jateng. Bahkan tahun 2015, Jateng digenjot puluhan miliar untuk pembelian bibit tebu.

“Tahun kemarin produksi gula mencapai 263 ribu ton gula dan ini sudah melebihi lebih dari yang ditargetkan meski sedikit,” katanya.

Pemprov selama ini terus berupaya untuk meningkatkan kualitas. (jn01)

BACA JUGA  81 Ribu Pelaku Usaha Jadi Sasaran Sensus  

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...