Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kepolisian Geger ! BNN Tangkap Kasat Narkoba Terima Suap Bandar Sabu !

MEDAN, Jowonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) memeriksa Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Belawan, Ajun Komisaris Polisi Ichwan Lubis terkait ditemukannya transaksi mencurigakan untuk kasus narkoba tersangka Toni alias Toge.

“Saat kita sedang menelusuri perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk kasus narkoba dengan tersangka tersebut ditemukan adanya transaksi mencurigakan yang baru. Setelah ditelusuri terus ternyata transaksi dengan oknum Polri ternyata Kasat Narkoba di KP3 Belawan,” kata Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso yang akrab dipanggil Buwas di Jakarta, Jumat.

Setelah BNN menelusuri terus percakapan tersebut kemudian Ichwan ditangkap dan ditemukan uang tunai sebesar Rp2,3 miliar ditangan dan telah dilakukan penyitaan oleh petugas, katanya.

“Dari hasil perekaman pembicaraan uang yang diminta Rp8 miliar, bahkan disitu mengatasnamakan pimpinan BNN itukan berarti saya dan menyebutkan pangkat, masa bintang tiga dikasih sekian katanya,” kata Buwas.

Saat operasi gabungan dilakukan penangkapan terhadap Toni alias Toge di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam pada 25 Maret 2016, Ichwan juga ikut dalam operasi tersebut. Bahkan oknum polisi ini pernah menangani kasus narkoba tersangka Toni tapi tidak dilanjutkan, katanya.

“Oknum ini memanfaatkan kasus ini dan tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), saat ini sudah dibawa ke sini (Kantor BNN, red) untuk menjalani pemeriksaan bersama tersangka Toni,” kata Buwas.

Buwas mengatakan tidak marah terhadap pencatutan nama dirinya oleh oknum Polri. “Gaklah marah, itu sudah konsekuensi risiko, saya sudah lapor ke Kapolri untuk minta ditindak tegas,” katanya.

Sebelumnya Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan napi yang diamankan tersebut atas nama Toni alias Toge yang mendapat fasilitas khusus di dalam Lapas Lubuk Pakam.

BACA JUGA  Pengacara : Vonis Hakim Terlalu Berat

Saat dilakukan penggeledahan oleh BNN dan Polres setempat pada 25 Maret 2016 ditemukan fasilitas ruang karaoke, brangkas, CCTV dan uang, katanya.

“Ini adalah jaringan Malaysia, Aceh, Sumatera Utara dan Jakarta, dengan barang bukti puluhan kilogram sabu, puluhan ribu pil ekstasi dan puluhan ribu pil happy five,” kata Arman. (jn16-ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...