Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Akhir Pekan ini, Festival Gunung Slamet Kembali Digelar

Fesival Gunung Slamet Purbalingga. (Foto: IST)
Fesival Gunung Slamet Purbalingga. (Foto: IST)
Fesival Gunung Slamet Purbalingga. (Foto: IST)

Purbalingga, Jowonews.com – Festival Gunung Slamet (FGS) siap digelar di Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Festival kebudayaan tersebut rencananya akan digelar pada akhir pekan ini, Kamis-Sabtu(4-6/6).

Menurut Ketua Panitia FGS, Tridaya, meski baru pertama kali digelar, dia mengatakan bahwa FGS sudah mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, di antaranya calon wisatawan dan kelompok-kelompok pecinta alam. Hal itu terlihat dari sejumlah vila dan homestay di Desa Serang, yang mulai dipesan calon wisatawan yang ingin menyaksikan FGS 2015. 

Selain itu, kata dia, sejumlah kelompok pecinta alam dari berbagai daerah, seperti Temanggung, Cilacap, dan Banyumas juga sudah menyampaikan rencana kedatangan mereka. “Mereka rencananya akan berkemah di sini. Namun yang pasti, kami sudah siapkan vila maupun homestay termasuk tempat untuk berkemah bagi pengunjung FGS,” katanya, Ahad (31/5) di Purbalingga.

Tri mengatakan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Provinsi Jawa Tengah telah memasukkan kegiatan FGS sebagai salah satu agenda wisata pada 2016. Bahkan, kata dia, Dinbudpar Provinsi Jateng siap mendukung pendanaan kegiatan FGS 2016. Ia mengharapkan tiga desa di Kecamatan Karangreja, yakni Serang, Kutabawa, dan Siwarak ke depan menjadi “segitiga emas” pariwisata lereng Gunung Slamet sisi timur-tenggara.

Tri menjelaskan bahwa Serang dikenal sebagai kawasan agrowisata karena desa itu merupakan sentra penghasil sayuran dan buah stroberi, di Kutabawa terdapat pos pendakian Gunung Slamet dan terminal agrobisnis, sedangkan di Siwarak terdapat objek wisata Gua Lawa.

Tri juga menyampaikan bahwa FGS dimulai pada 4 Juni 2015, pukul 06.30-12.00 WIB, dengan kegiatan berupa prosesi pengambilan air dari Tuk Sikopyah yang selanjutnya diarak menuju Balai Desa Serang. Tuk Sikopyah merupakan mata air besar di lereng Gunung Slamet yang berada di wilayah Dusun III, Desa Serang.

BACA JUGA  Bappeda Yogyakarta Inventarisasi Ratusan Bangunan Bernilai Budaya

Selain menjadi sumber air kehidupan ribuan warga Purbalingga, kata dia, Tuk Sikopyah juga menghidupi warga Kabupaten Pemalang. “Mata air Sikopyah merupakan mata air terbesar dan tak pernah kering sepanjang waktu. Air Sikopyah diyakini mampu membawa berkah, kesehatan, menjunjung derajat orang yang meminumnya, dan konon mampu menjadikan awet muda,” katanya.

Sementara, puncak kegiatan FGS dilaksanakan pada 6 Juni 2015 mulai pukul 09.00 WIB berupa pergelaran wayang ruwat tunggal, prosesi pembagian air Sikopyah yang sebelumnya ditempatkan pada lodong (tempat) air, kirab budaya dan hasil bumi, serta pada malam harinya digelar pentas seni kontemporer. (JN03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...