Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Bakso Uleg Temanggung, Kuliner Pedas yang Ngangeni

Seorang pengunjung bakso uleg Temanggung. (Foto: Dok.Jowonews)
Bakso Uleg Khas Temanggung. (Foto: Dok. Jowonews)
Bakso Uleg Khas Temanggung. (Foto: Dok. Jowonews)

Temanggung, Jowonews.com – Salah satu kuliner yang merupakan khas dan akrab di lidah orang Jawa adalah bakso. Di setiap daerah di Jawa, pasti terdapat bakso dengan baragam rasa dan sensasi yang hampir sama. Namun, ada satu model penyajian bakso yang lumayan unik, berbeda dari biasanya, namun untuk rasa tetap nomor satu. Namanya bakso uleg Temanggung.

Bakso uleg Pak Di yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman Nomor 48 A Temanggung tersebut menyajikan kuliner berbeda, baik dari segi rasa maupun cara penyajiannya. Yang membedakan bakso uleg Temanggung dengan bakso lainnya adalah sensasi pedasnya bukan dari kecap atau saos, tapi dari sambal cabe rawit yang langsung (diuleg) dihaluskan di dalam mangkuknya.  

Saat mau membeli bakso lombok uleg pelayan akan menanyakan intensitas pedas yang diinginkan pengunjung. “Untuk pedasnya pun bisa dipesan, berapa lomboknya mas, sehingga tergantung pesanan pengunjung,” kata Kustanto, salah satu pelanggan bakso uleg Temanggung, baru-baru ini kepada Jowonews.com.

Seorang pengunjung bakso uleg Temanggung. (Foto: Dok.Jowonews)
Seorang pengunjung bakso uleg Temanggung. (Foto: Dok.Jowonews)

Para pembeli pun bisa memilih model penyajian. Hal ini pula yang membedakan bakso uleg Temanggung dengan bakso konvensional lainnya. Jika biasanya bakso memakai mie, maka bakso uleg Temanggung ini menggunakan kupat, tahu, atau bakso saja, sesuai request pembeli.  “Kebetulan dulu saya saat SMA sekolah saya di Temanggung, dan bakso uleg ini menjadi salah satu kuliner langganan saya,” ujar Kus yang merupakan warga Wonosobo ini.

Selain cara penyajian yang unik, marketing produk bakso uleg Pak Di ini juga dikemas secara modern, yakni menggunakan sarana website di http://baksolombokuleg.com/ dan media sosial facebook. Dari website tersebut, diketahui sejarah bakso uleg dibuat oleh (Alm) Ali Prawiro  pada tahun 1950.

BACA JUGA  Atasi Kekeringan, di Temanggung Masih Butuh 150 Tangki Air

Ali Prawiro adalah anak dari seorang petani yang berusaha untuk mengubah nasib hidupnya. Sebelumnya, Ali Prawiro bekerja sebagai seorang tengkulak padi. Usaha yang digeluti ini kemudian mengalami penurunan dan kemudian mencoba mencari peruntungan lain dan dipilihlah untuk berjualan bakso.

Ali Prawiro kemudian belajar dari seorang  keturunan Tionghoa dalam membuat bakso. Setelah dirasa bisa, kemudian Ali Prawiro membuat menu sendiri baksonya. Ali Prawiro sengaja tidak memakai bakmi sebagai bahannya namun di ganti dengan ketupat. Sambalnya pun dibuat dengan cara meng-uleg cabai rawit langsung di atas mangkok.

Dalam perjalanannya, bakso yang satu porsinya seharga beberapa sen rupiah itu, beberapa kali berpindah lokasi. Mulai dari komplek terminal (lama) yang sekarang telah dibangun menjadi ruko hingga harus pindah di lokasi yang cukup jauh yaitu di (kecamatan) Parakan, sekitar 20 km barat kota Temanggung. Dengan sejarah yang cukup lama, bakso uleg Temanggung ini menjadi salah satu kuliner khas Temanggung yang ngangeni.

Saat ini, Bakso Uleg Temanggung telah memiliki 7 outlet di beberapa kota di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Selain di Temanggung, outlet lainnya adalah di Skylight Plaza jalan Tentara Pelajar nomor  7 Bayeman Magelang, jalan Godean Km 4 Sumberan Kasihan Bantul, jalan Kaliurang Km 6.2 Sleman, jalan Nusa Indah 2 nomor 224 Condong Catur Sleman, jalan Bantul nomor 64A Yogyakarta dan jalan KH M Mansyur nomor 112 Bendan Pekalongan.

Anda tertarik menikmati bakso uleg khas Temanggung? Silahkan kunjungi dan nikmati sensasi rasanya dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp 10.000 per porsi. (JN03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...