Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Beras yang Masuk Bulog Aman Dikonsumsi

Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)

Semarang, Jowonews.com – Penemuan beras impor asal Tiongkok yang berbahan baku plastik di Bekasi ternyata juga meresahkan masyarakat maupun pedagang di Jawa Tengah. Dari pantauan Jowonews, warga di wilayah Desa Kopeng, kecamatan Getasan, kabupaten Semarang mulai diresahkan dengan beredarnya beras plastik di pasaran.

Salah seorang warga, Pranoto sekarang mulai waspada dalam membeli beras.  “Saya sekarang pilih-pilih kalo beli beras, nggak mau sembarangan” ungkap Pranoto pada Jumat (22/05). 

Pranoto khawatir beras yang dibelinya meerupakan beras sintetis yang dianggapnya tidak layak konsumsi.

Menanggapi hal ini, Kepala Bulog Jateng Damin Hartono meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Damin menyatakan di Jawa Tengah masih aman dari peredaran beras sintetis tersebut. “Beras yang masuk ke Bulog dari seluruh jawa tengah ini masih aman dari unsur sintetis, jadi warga gak perlu khawatir,” jelas Damin.

Lebih lanjut Damin mengatakan beras yang masuk ke bulog merupakan beras lokal yang berasal dari seluruh petani di Jawa Tengah.Sedangkan potensi adanya beras sintetis biasanya berasal dari beras impor. Untuk itu, Damin mengajak masyarakat untuk lebih mengkonsumsi beras dari bulog yang lebih dikenal dengan beras raskin.

“Saya mengajak masyarakat untuk lebih mengkonsumi beras raskin dari bulog daripada beras impor atau premium,” himbau Damin.

Menurut Damin, beras raskin meski tampak kotor namun memiliki kandungan serat yang baik. Karena masih ada kulit gabah atau biasa yang disebut katul. Selain itu, beras raskin memiliki kandungan gula yang rendah. “Harganya juga pas dikantong, sekitar Rp.7200,00 per kilogramnya” tutupnya. (JN13)

BACA JUGA  Di Kendal, Masih Ada Desa Bagi Raskin Model Bagito

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...