Jowonews

Dampak Proyek Tol, ISPA Ancam Warga Kauman

jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

SALATIGA, Jowonews.com- Masyarakat di sekitar pebangunan jalan tol Semarang-Solo, di Kelurahan Kauman Kidul diminta waspada. Khususnya terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA). Pasalnya,  selama proyek pembangunan itu berlangsung akan menimbulkan polusi debu.

 Bahkan, warga setempat yang berdekatan dengan proyek tersebut saban harinya memakai masker penutup mulut dan hidung. Tidak itu saja, bila sore hari, warga juga bersih-bersih rumah akibat debu tersebut.

 “Terlebih ini musim kemarau, saat pengerjaan proyek pembuatan jalan, maka debu banyak sekali. Bila tidak diantisipasi dengan menggunakan masker bisa menggangu kesehatan,” ujar salah seorang dokter RSUD Salatiga  yang enggan disebutkan namanya.

 Menurut dia, warga sekitar lingkungan proyek tol harus bisa menjaga kesehatannya dengan menggunakan maskes penutup dan rutin membersihkan lingkungan rumahnya. Banyaknya debu akibatkan proyek tol ini dikeluhkan oleh salah seorang warga setempat, Tini (50). Dia bersama anak-anaknya saban harinya ( bila di rumah) mengenakan masker. Ia pun juga rutin bersih-bersih rumah.

“Debunya itu banyak sekali, kalau tidak pakai masker bahaya. Kami juga rutin bersih-bersih lingkungan rumah, dengan menyemprot air, biar debunya hilang,” katanya.

Sementara, warga lainnya Janto (45) mengaku, banyaknya lalu lalang truk pengangkut tanah uruk menyebabkan polusi debu. Namun untuk saat ini, sudah agak berkurang karena intensitasnya berkurang. “Awal-awal saat nguruk tanah kemarin, debunya banyak sekali. Kami saban hari bersih-bersih dengan menyiramkan air,” kata warga Pasar Anyar yang berjarak sekira 100 meter dari proyek pembangunan.

Dari pengamatan, meski efek debunya berkurang, namun di sekitar pengerjaan pembangunan pilar tol, debu masih sangat banyak. Hal ini dirasakan oleh warga Kauman Kidul yang melintas di jalan utama tersebut. “Kami harus menutup helm dan menggunakan masker bila lewat, karena debunya banyak sekali, kalau tidak bisa mengganggu pernafasan,” kata Diana warga Kauman Kidul. (JN01)

Tinggalkan komentar