Jowonews

Logo Jowonews Brown

Demi Keluarga, Guru di Karimunjawa Terpaksa Kerja Sambilan

JEPARA, Jowonews.com – Perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru saat ini terbilang sudah cukup bagus. Terlebih lagi pasca adanya tunjangan sertifikasi bagi para guru.

Namun saat ini masih ada saja guru yang gajinya belum mampu menutup untuk biaya hidupnya. Misalnya guru di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara yang masih harus bekerja sambilan guna memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun gajinya mengalami kenaikan karena biaya hidup di kepualan ini cukup tinggi.

“Saat ini, saya memang menerima gaji per bulan hingga Rp3,2 juta per bulannya,” kata guru Madrasah Aliyah Safinatul Huda Karimunjawa Muhsin Alatas di Jepara, Jumat (2/11).

Jumlah tersebut diakui tergolong besar karena gaji normatifnya hanya Rp400 ribu per bulan. Ketika masih menjadi guru biasa, gaji yang diterima hanya Rp100 ribu per bulan pada tahun 2009, kemudian ada peningkatan dan saat ini ketika ditunjuk sebagai kepala sekolah tahun ini mendapatkan tambahan menjadi Rp400 ribu per bulan.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, dia membuka usaha toko kecil-kecilan yang menyediakan sejumlah alat tulis kantor. “Saya juga mencari ikan di laut,” ujarnya.
Pengabdian dirinya sejak tahun 2005, akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui sertifikasi serta tunjangan khusus guru di daerah terpencil.

Ia mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan gaji yang lebih besar, dibandingkan sebelummnya karena gaji yang diterima setelah ditambahkan dana sertifikasi dan tunjangan khusus mencapai Rp3,2 juta.

Gaji sebesar itu, semakin mendorong semangatnya mengajar, termasuk mencari tambahan pengetahuan lewat dunia maya. Jika harus berkata jujur, kata dia gaji yang diterima saat ini belum ideal karena biaya hidup di Karimunjawa cukup mahal.

Misal, harga jual bensin per liter Rp10.000 dan elpiji tiga kilogram mencapai Rp32.000 dan ukuran 12 kilogram Rp185.000. “Harga kebutuhan pokok masyarakat yang lainnya, tentu juga mahal karena biaya transportasi laut dari Jepara ke Karimunjawa juga mahal,” terangnya.
Karena keluarganya baru memiliki satu anak, dia mengaku belum merasakan beban biaya yang lebih besar, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih bisa diatur untuk penggunaan dananya.

BACA JUGA  MUI Sayangkan MK Setarakan Agama dan Kepercayaan

“Mudah-mudahan pemerintah, khususnya pemerintah daerah memberi perhatian lebih kepada tenaga pendidik di daerah terpencil khususnya dalam hal kesejahteraan karena belum semua guru di MA Safinatul Huda menerima tunjangan khusus serta sertifikasi,” tandasnya. (jn19/ant)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...