Jowonews

Logo Jowonews Brown

Dua Warga Miskin Kudus Meninggal Mengenaskan

Ilustrasi polisi meninggal
Ilustrasi polisi meninggal

Kudus, Jowonews.com-Dua warga pra sejahtera yang selama ini menetap di wilayah Kabupaten Kudus, Jumat (7/8) ditemukan meninggal secara mengenaskan. Keduanya meninggal di tempat umum penyebabnya diduga karena sakit.

Mayat pertama ditemukan didalam gubug di belakang Pasar Doro, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Wanita renta yang tidak mempunyai sanak keluarga dan hidup sebatang kara ini, diketahui bernama Sulkah (70) dan ’menggelandang’ sejak tahun 1982.

Menurut keterangan saksi yang pertamakali mengetahui nenek tersebut meningal dunia adalah Supriyadi (40) warga setempat yang setiap hari member makan sang nenek. Pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB saksi bermaksud mengantar makanan.

Namun ketika saksi melongok ke dalam gubug, dilihatnya sang nenek dalam keadaan tidur. Namun setelah dipanggil beberapa kali tidak ada jawaban,  Supriyadi terkejut karena setelah didekati ternyata Mbah Sulkah dalam kedaan meninggal dunia.

Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Mejobo. Menurut keterangan Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto, hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Jepang tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.”Kuat dugaan korban meninggal karena sakit,” tegasnya.

Sementara pada pukul 13.00 WIB di Jalan Pemuda Kudus seorang penarik becak ditemukan meninggal diatas becaknya. Korban meninggal yang diketahui bernama Masripan (53) asal Dukuh Gedang Sewu RT 03/ RW 04, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae Kudus diduga sakit. Petugas dari Inafis Polres Kudus yang dating ke lokasi menemukan Puyer Sekalor U-41 berada di dasar becak.

Menurut keterangan salah seorang warga Kastono (37), korban setiap harinya ’ngetem’ mencari penumpang disekitar lokasi tersebut. Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengeluh sakit kepala.

 Relawan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus yang dating ke lokasi, langsung membantu mengevakuasi korban untuk dibawa ke rumas sakit guna dilakukan pemeriksaan. Petugas yang memeriksa tubuh sang kakek, tidak menemukan tanfda-tanda bekas kekerasan.

BACA JUGA  Bersaing dengan Universitas Islam, Unnes Raih Juara II Lomba Debat Bahasa Arab

”Dari dompetnya tersimpan uang tunai Rp 55 ribu, KTP, kartu Jamkesmas, dan kartu peserta pemilu. Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan,” terang petugas Inafis Polres Kudus yang memeriksa jasad korban.

Menanggapi adanya dua warga ’miskin’ yang ditemukan meninggal secara mengenaskan tersebut, Koordinator Gerakan Masyarakat Transformasi Kudus (Gemataku) mengaku prihatin. Menurutnya, jika selama ini Pemkab Kudus selalu menggemborkan bahwa rakyat Kudus semakin sejahtera, kenyataannya masih banyak warga yang hidup dibawah garis kemiskinan.

”Ini fakta bahwa masih banyak warga Kudus yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kita berharap Pemkab Kudus introspeksi dan benar-benar membuktikan programnya mensejahterakan rakyat. Jangan hanya bicara,” tandasnya. (JN04)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...