Jowonews

Logo Jowonews Brown

Empat Bulan Warga Deliksari Krisis Air Bersih

camat gunungpatiSemarang, Jowonews.com – Kampung Deliksari RW 6 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, mengalami kesulitan air bersih sejak empat bulan terakhir karena kemarau. Akibatnya, mereka terpaksa harus membeli air untuk aktifitas sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak.
Salah seorang warga Deliksari RT 2 RW 6 Jariyatun mengatakan, kesulitan air bersih sudah dirasakan sejak empat bulan terakhir. Kebutuhan air bersih selama ini diperoleh dari Sendang Gayam, namun airnya menyusut karena musim kemarau. Itu pun hanya satu minggu sekali karena airnya dibagi untuk semua warga, dan itupun hanya cukup untuk digunakan keperluan minum dan memasak.
‘’Untuk mandi dan keperluan lainnya, air diambil dari sumur warga di kampung lain, juga hanya dijatah dua jerigen, dan kadang malam baru dapat karena antri,’’ terangnya.
Ia pun mengaku terpaksa harus membeli air Rp7.000 untuk mencukupi kekurangan air bersih. Harga Rp7.000 juga hanya mendapatkan empat jerigen. Harapan dia dan warga lainnya, segera dibuatkan saluran air ledeng atau pipa di kampung tersebut.
Warga lainnya Nining mengatakan, tak hanya kesulitan air bersih yang membuat susah warga. Tetapi, warga juga kesulitan mengatasi kondisi tanah di Deliksari yang labil dan terus bergerak yang mengakibatkan rumah dan bangunan warga lainnya retak-retak. ’Terutama kalau musim hujan, takut sekali roboh. Jadi kalau kemarau kami kekeringan, kalau hujan kami takut tanah longsor dan bangunan roboh,’’ katanya.
Camat Gunungpati Bambang Pramusinto mengatakan, kekeringan di Deliksari terjadi setiap musim kemarau. Sejumlah upaya sudah dilakukan, di antaranya berkoordinasi dengan PDAM Tirta Moedal Kota Semarang. Namun jaringan PDAM hanya bisa sampai kepada warga di daerah bawah. ‘’Airnya tidak kuat ngalir kalau sampai di daerah atas,’’ katanya.
Kampung Deliksari terdiri dari 150 KK yang semuanya terdampak kekeringan. Untuk mencukupi kebutuhan air warga yang belum terjangkau jaringan PDAM, diupayakan distribusi air dari Sendang Gayam yang ada di daerah sekitar. Namun kapasitas air yang ada di sendang tidak mencukupi, karena airnya menyusut jika terjadi musim kemarau.
‘’Sehingga dilakukan droping air dari PDAM secara berkala, tapi tentu saja masih tidak mencukupi kalau untuk kebutuhan warga setiap harinya,’’ katanya.
Alternatif yang dapat dilakukan agar pasokan air tercukupi adalah menunggu pemanfaatan air Waduk Jatibarang. Rencananya di tahun 2017 akan ada pengelolaan air dari waduk untuk dapat dimanfaatkan kebutuhan sehari-hari warga sekitar, terutama Deliksari. (JN14)
BACA JUGA  Ganjar Godog Perampingan SKPD.... Ini Formatnya...

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...