Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Fogging tak Efektif Cegah DBD, Dewan Usulkan Penyelidikan Epidemiologi

SEMARANG, Jowonews.com – Tingginya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2016 ini membuat keprihatinan sejumlah kalangan. Di Semarang, anggota komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Karsono meminta pihak-pihak terkait untuk segera melakukan langkah cepat agar penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini bisa segera teratasi.

Menurut Karsono, saat ini di beberapa daerah di Jateng menerapkan pola fogging untuk menanggulangi DBD. Akan tetapi, dewan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai fogging tak sepenuhnya efektif mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.

“Salah satunya dari sisi biaya, fogging tidak efektif, selain syaratnya rumit, namun efektifitas preventif DBD tidak maksimal. Biaya fogging sangat besar padahal efektifitasya tidak maksimal. Apalagi asap yang keluar mengandung racun insektisida yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Fogging hanya membunuh atau mengusir nyamuknya saja, yang lebih efektif dengan cara membunuh jentik-jentiknya, selain itu waktu fogging juga harus diperhatikan,” jelasnya, dalam keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (26/2/2016).

Lebih lanjut, Karsono juga menyebut bahwa saat ini banyak juga dilakukan fogging oleh pihak swasta, yang belum sepenuhnya sesuai standart fogging yang benar. Menurutnya, fogging tidak dilakukan dengan sembarangan, ada beberapa treatmen yang harus dilakukan sebelum memutuskan fogging menangani DBD. Salah satu syaratnya ditemukan tiga kasus DBD dalam periode tiga minggu pada suatu daerah yang sama.

“Untuk hal ini, masyarakat harus hati-hati. Hal tersebut dikarenakan fogging memerlukan izin kesehatan dan harus melalui pusat kontrol. Dengan ini anggaran promosi kesehatan dinas kesehatan dialokasikan untuk tenaga PE di wilayah endemik DBD,” tandasnya.

Karsono menyampaikan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan, selain program fogging untuk menanggulangi penyakit DBD ini. “ Fogging baru bisa dilakukan seluas satu RW atau seluas 4 Ha  (400 rumah). Jika belum terpenuhi, dilakukan penggerakan masyarakat untuk melaksanakan gerakan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M (mengubur, menguras dan menutup) plus,” ujarnya.

BACA JUGA  Aneh, Gubernur kok Mengawasi Dewan

Cara lain yang bisa dilakukan, kata Karsono, adalah dengan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh tenaga kesehatan wilayah kerja Puskesmas. “PE dilakukan dengan radius 100 m atau 20 rumah sekeliling rumah indeks kasus DBD. Sementara untuk upaya kuratif, alokasi anggaran bisa dimaksimalkan membebaskan biaya rumah sakit bagian pasien yang suspect DBD,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, angka DBD pada tahun 2016 ini cukup tinggi. Di Kota Semarang, sebanyak 20 orang, warga Semarang meninggal dunia akibat DBD. Korban tersebut tersebar di 16 kecamatan, selama periode Januari-Desember tahun 2015.

Di tahun yang sama, Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan 1.729 kasus demam berdarah. Kemudian, di Brebes, data di RSUD Brebes menyebutkan, sejak Januari, sudah merawat 32 pasien demam berdarah, termasuk 7 orang balita. Hingga Januari 2016 ada 2 pasien meninggal.

Sementara, di Demak, pada 2015 penderita DBD mencapai 1009 orang dengan 25 orang diantaranya meninggal dunia. Kemduian, di Banyumas, hingga Februari 2016 penderita DBD sudah tercatat 72 orang dengan korban meninggal sudah mencapai 9 orang.

Selanjutnya, puncak kasus DBD di Boyolali terjadi pada pekan ketiga Januari 2016. Pada pekan pertama ada 12 kasus, pekan kedua ada 19 kasus, pekan ketiga sebanyak 53 kasus, pekan keempat hingga awal Februari sudah ada 41 kasus.

Namun, secara umum penanganan DBD di beberapa wilayah dengan menggunakan program fogging. Di Kota Magelang misalnya, anggaran pencegahan DBD sebesar Rp221 juta untuk fogging di 120 titik. Begitu pula yang dilakukan di Banyumas, dengan anggaran Rp 8 juta tiap satu kali fogging. (JN03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...