Jowonews

Logo Jowonews Brown

Lantik Eselon II, Ganjar Ancam Pecat Pejabat yang tak Bisa Kerja Cepat

SEMARANG,  Jowonews.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganajr Pranowo melantik 49 pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Grhadhika Bhakti Praja, Jumat (30/12). Namun, dua jabatan strategis belum terisi, yakni Kepala Biro Umum dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Prosesi pelantikan tampak hikmat. Pasalnya, seluruh pejabat yang dilantik belum mengetahui jabatan yang diemban sebelum namanya dibacakan petugas. Bahkan, berbeda dengan pelantikan sebelumnya, saat berkas diserahkan Gubernur kepada Plt Kepala Bagian Protokol, Alamsyah, daftar nama pejabat yang dilantik masih berada dalam amplop coklat bersegel.

Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, penyerahan daftar penempatan pejabat eselon II sesaat sebelum pelantikan dilakukan agar tidak ada kebocoran yang nantinya berdampak pada “cerita” yang tidak mengenakkan. Dia juga memastikan penentu akhir penempatan personel hanya dua orang, yakni gubernur dan wakil gubernur. Namun, semua itu tidak lepas dari hasil tes kapasitas yang telah diselenggarakan sebelumnya.

“Yang menentukan ini hanya dua orang. Wagub dan gubernur. Tidak ada yang lain. Ini semata-mata karena betul-betul sudah masuk ranah politik. Proses objektifnya bapak ibu sudah menjalankan. Kita mempertimbangkan hal itu sehingga kita menentukan ini,” tegasnya, pada Upacara Pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan pengambilan Sumpah/ Janji Jabatan dan Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Disampaikan, pemberitaan yang berkembang saat ini yang memperkirakan ada pejabat yang tidak medapatkan “kursi”, tidak terbukti. Seluruh pejabat eselon II yang lama mendapat tempat, kecuali satu orang yang mengajukan pensiun, yakni Ir Gayatri Indah Cahyani MSi.

Tujuh orang yang tidak menduduki jabatan sebagai kepala SKPD dan staf ahli, mendapat penugasan khusus, baik di bidang reformasi birokrasi, teknologi lingkungan, keolahragaan dan kepemudaan, kajian industri dan lingkungan hidup, mental dan spiritual, komunikasi publik, serta akuntabilitas pelayanan publik.

BACA JUGA  Gubernur Mengkaji Rencana Penjualan Saham SPJT di Tol Semarang-Solo

Ganjar juga memberikan apresiasi khusus kepada Hendri Santosa SE Ak MSi CA, yang mengajukan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Jawa Tengah, karena tidak berhasil mencapai target pendapatan daerah.

Gubernur mengakui pascapelantikan, reaksi mereka bisa beragam. Ada yang suka mendapatkan tugas baru, ada pula yang kurang sreg dengan posisinya sekarang. Dia bersama wakil gubernur dan sekretaris daerah membuka peluang bagi mereka untuk berkomunikasi.

Prinsipnya, pada 2017 dengan pola baru, semuanya mesti bisa sprint untuk mencapai target yang ditentukan. Akselerasi dilakukan dengan mengoptimalkan peran staf ahli, penugasan khusus, serta dewan riset daerah.

Dia juga tidak menampik jika dalam waktu pendek ini ada kemungkinan terjadi pergeseran posisi, mengingat ada yang memasuki masa pensiun, dan bisa jadi ada yang mau bergeser menjadi Widya Iswara. Mereka yang tidak bisa menyesuaikan tugasnya dengan cepat pun bakal diganti. Tidak ada kompromi pada 2017. Semua harus bersama-sama lari kencang mencapai target dengan riil, bukal virtual.

“Maka izinkan saya menyampaikan di depan dengan enak, saya minta maaf kalau kemudian dari tim yang membantu saya, kita minta untuk mengakselerasi. Bapak/ Ibu yang di SKPD tidak lebih cepat, izinkan di awal saya menyampaikan kayaknya saya harus mengganti lagi. Fair semuanya, terbuka semuanya, enak semuanya. Semua akan diukur dengan kinerja masing-masing,” jelsnya.

Disinggung mengenai dua posisi yang masih kosong, Ganjar menyampaikan jika kekosongan itu karena dia belum menemukan calon yang tepat. Posisi tersebut akan dilelang untuk umum, setidaknya pada Januari mendatang. Tentunya, mereka yang berhak mengikuti lelang terbuka adalah yang memenuhi persyaratan kepegawaian.

“Kita tes lagi, karena Biro Umum itu sekarang juga membawahi media. Maka saya membutuhkan orang yang kira-kira betul-betul bisa mem-back up seluruh yang ada di gubernuran, termasuk media. Dan media memang dari dulu saya tidak mudah mencari. (Kandidat calon) Yang penting minimum standar terpenuhi, sehingga saya milihnya enak. Nggak lama lagi, kalau Plt kan nggak bisa ambil keputusan. Januari ini harapan saya bisa,” pungkasnya. (jn03)

BACA JUGA  Api Abadi Mrapen Kembali Menyala

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...