Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Hadapi MEA, Mahasiswa Harus Kuasai Kemampuan Bahasa dan Komunikasi

Ketua BEM PPS UNNES Indra Kurniawan menyampaikan materi pada acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah PPS UNNES 2015
Ketua BEM PPS UNNES Indra Kurniawan menyampaikan materi pada acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah PPS UNNES 2015
Ketua BEM PPS UNNES Indra Kurniawan menyampaikan materi pada acara Workshop Penulisan Karya Ilmiah PPS UNNES 2015

Semarang, Jowonews.com – Guru Besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rustono menyatakan bahwa kemampuan bahasa dan komunikasi mutlak diperlukan kalangan akademisi, terutama mahasiswa dalam rangka menghadapi ASEAN Free Trade Organization (AFTA) atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini.

Hal itu disampaikan Rustono saat menyampaikan materi dalam workshop kepenulisan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program Pascasarjana Unnes, Sabtu (13/6) di aula utama PPS Unnes, Bendan Ngisor Semarang.

“Menghadapi MEA tidak cukup dengan kemampuan akademik atau sof skill  yang dimiliki oleh mahasiswa, tapi perlu kemampuan lain yakni komunikasi,” katanya.

Dikatakan Rustono, kemampuan komunikasi yang dimaksud adalah penguasaan terhadap bahasa inggris. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka menghadapi interaksi dengan masyarakat global. “Bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional adalah bahasa inggris, jika kita tidak menguasainya maka akan mengalami ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” papar pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor I Unnes ini.

Menurut profesor bidang linguistik ini, bahasa adalah jendela komunikasi dunia, dengan penguasaan bahasa mainstream akan berdampak kepada semakin baiknya interaksi dengan dunia global. Apalagi mahasiswa saat ini sudah banyak yang memiliki keahlian di bidang akademik.

Sementara itu, Ketua BEM Pascasarjana Unnes Indra Kurniawan mengatakan mahasiswa perlu mengembangkan budaya ilmiah. Menurutnya kemampuan bahasa yang dimiliki tanpa adanya budaya ilmiah maka akan terjadi ketimpangan. “Budaya ilmiah ini sangat penting Apalagi di era globalisasi jelang MEA ini dibutuhkan gagasan yang beragam dan baru,” tutur mahasiswa BK S2 ini.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan gagasan ilmiah yang dimiliki dapat ditelurkan melalui karya ilmiah yang dapat masuk ke jurnal internasional. Hal ini dikarenakan jurnal internasional merupakan sarana pertukaran gagasan di dunia global. “Tidak hanya berhenti di jurnal internasional, tapi juga gagasan kita dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (JN13)

BACA JUGA  Unnes Luncurkan Gerakan Subuh Jamaah

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...