Jowonews

Logo Jowonews Brown

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe Hentikan Produksi

Kondisi lapak sementara pedagang Pasar Bulu di tempat penampungan sementara.
Pasar ngabul jepara (foto : jeparahariini)
Pasar ngabul jepara (foto : jeparahariini)

Temanggung, Jowonews.com – Sebanyak 100 perajin tempe anggota Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berhenti berproduksi menyusul kenaikan harga kedelai impor akhir-akhir ini.

Ketua Kopti Temanggung Sunaryo, mengatakan industri tahu dan tempe tergantung pada kedelai impor dari Amerika Serikat, dengan melemahnya nilai rupiah terhadap Dolar AS maka harga kedelai juga naik.

“Lebih dari 100 anggota Kopti Temanggung yang kebanyakan perajin tempe sudah tidak berproduksi lagi. Bagaimana usaha bisa jalan, kami membeli kedelai dengan harga standar dolar, tetapi hasil produksi dijual dengan rupiah yang melemah, tentu kami mengalami kerugian,” jelasnya, Kamis (3/9) kemarin.

Sunaryo menyampaikan bahwa sebelum kurs satu Dolar AS tembus Rp14.000, pihaknya membeli kedelai dengan harga Rp8.000 per kilogram, padahal saat ini harga kedelai terus mengalami kenaikan. Ia mengatakan pada kondisi normal usaha pembuatan tempe miliknya membutuhkan kedelai sebanyak satu kuintal per hari. “Sekarang saya berhenti memproduksi tempe, menunggu harga kedelai turun,” katanya. (JN03)

BACA JUGA  Pemerintah Gratiskan Biaya Akta Pendirian Koperasi

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...