Jowonews

Logo Jowonews Brown

Hendi – Ita akan Hidupkan Wayang Kulit di Setiap Kelurahan

Hendi-Ita wayanganSEMARANG, Jowonews.com РProgram ngur-nguri budaya wayangan yang telah digelar ditiap kecamatan se-Kota Semarang akan kembali  digelar sebagai wadah menghidupkan budaya Jawa di masyarakat.

Adalah pasangan bakal calon Hendrar Prihadi-Hevearita GR(Hendi-Ita), yang bakal lebih mengembangkan kegiatan-kegiatan kesenian lokal, seperti pertunjukan wayang kulit tersebut.

“Wayang kulit akan kita gebyarkan kembali yang dipentaskan di 16 kecamatan secara bergiliran,” terang Hendi saat pertunjukan wayang kulit yang digelar di Kelurah Lempongsari RT.1 RW.4, Jumat (21/8), malam.

Pertunjukan yang digelar di kampung Hendi tersebut mengambil lakon “Gatotkaca Wisudo” dengan dalang Ki Joko Gatotkoco untuk memeringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasangan yang diusung oleh koalisi tiga partai politik, yakni PDI Perjuangan, Nasdem, dan Demokrat ini mengaku menggelar pertunjukan wayang kulit untuk mengajak warga sekitar memeringati kemerdekaan dengan menonton kesenian lokal warisan luhur bangsa tersebut yang sarat makna dan filosofi tersebut.

Ia mengatakan wayang juga menjadi media dalam menyampaikan nilai, ilmu, dan teladan yang bisa dijadikan sebagai panutan sehari-hari, terutama anak-anak muda di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi.

“Harus dilestarikan dan selalu dikenalkan kepada masyarakat potensi budaya yang ada. Tak hanya wayang kulit saja, ada juga kesenian lokal, seperti Apitan, Sesaji Rewanda, dan sebagainya. Keanekaragaman budaya ini harus dilestarikan,” katanya.

Hendi juga mengatakan, wayang kulit sebuah hiburan yang tanpa diskriminasi. Siapa pun bisa menonton wayangan, mulai orang sepuh, paruh baya, dan anak-anak muda. Banyak nilai yang bisa didapatkan dari pertunjukan wayang kulit tersebut.

Dalam program kerjanya, Hendi-Ita sudah merencanakan program pengembangan kesenian lokal Semarang dalam lima tahun ke depan, salah satunya mengintensifkan pertunjukan wayang kulit yang selama ini sudah berjalan.

BACA JUGA  Soemarmo Deklarasikan Paguyuban Warga Semarang

“Akan kita adakan bukan hanya di 16 kecamatan tapi kita usahakan ada di tiap kelurahan, agar masyarakat lebih terhibur dan lebih memasyaratkan budaya,” tambahnya. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...