Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Hendi Persilahkan Bentuk Koalisi Besar, PDIP Sudah Terbiasa Dikeroyok

Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)
Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)
Hendi menggelar gerakan cabut paku. (Foto : Dok.Jowonews)

SEMARANG, Jowonews.com – Bakal calon (balon) walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) tampak santai menanggapi rencana delapan parpol membentuk koalisi besar, untuk menghadangnya di Pilwalkot 9 Desember mendatang. Pasalnya, PDIP dan dirinya sebagai balon tidak merasa tertandingi sama sekali.

“Saya tidak merasa tertandingi, saya tidak pernah ingin menandingi siapapun. Tapi bahwa apa yang mereka lakukan itu hak masing-masing, mau kumpul bareng-bareng, mau koalisi bareng-bareng silakan,’’ katanya yang juga Ketua DPC PDIP Kota Semarang.

Menurutnya, PDIP sudah biasa dikeroyok, dari tingkat pusat sampai dengan tingkat daerah. Jadi dipersilakan jika ada parpol yang mau bersama-sama membangun koalisi untuk menghadapinya di Pilwalkot.

“Monggo saja, kalau ada yang mau bareng (PDIP,red) Alhamdulillah, kalau tidak ada kenapa kita harus maksa-maksa, kan punya ideologi masing-masing dan punya pendirian masing-masing,’’ tegasnya yang juga Wali Kota Semarang ini.

Tapi menurut Hendi, panggilan akrab Hendrar Prihadi, yang paling penting sekarang semua kemudian sepakat dan setuju bahwa Pilwalkot 2015 tetap harus berjalan dan situasi tetapi harus kondusif. “Itu saja, persoalan menang atau kalah sudah diatur sama yang di atas, tidak usah dipikirkan hal-hal yang sifatnya membuat kota ini menjadi tidak baik,” katanya.

Terkait Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hendak berkoalisi dengan PDIP tapi membentuk koalisi sendiri, itu merupakan urusan internal PKB. ‘’Saya bisa mengatur wilayah partai saya, tapi saya tidak bisa mengatur wilayah partai lain. PKB dan Nasdem sudah ketemu Saya siap berkoalisi tapi kalau kemudian mereka ke yang lain, ya itu urusan mereka,’’ katanya.

Dia menegaskan, yang jelas PDIP selalu memilik komitmen bahwa partai ini akan bicara A adalah A dan B adalah B, bukan politisi konvesnional. ‘’Yang hari ini ngomong tempe besok ngomong delai, tapi ya nggak apa-apa kalau ada politisi lain yang sepeti itu, sah-sah saja, kan tidak aturan yang melarang,’’ tegasnya.

BACA JUGA  Cawabup Yuni Pimpin Hasil Survei PDIP

Partai tetap membuka koalisi dengan partai yang lain. Namun ditegaskan sepanjang cocok dengan PDI Perjuangan. ‘’Sepanjang ramuan kokinya sama-sama ngomong enak, ya ayo tapi janga sampai dipaksakan, kalau dipaksakan nanti di jalan nggak enak,’’ tandasnya.

Seperti diketahui delapan partai politik (parpol) di Kota Semarang menggagas untuk membangun koalisi besar menghadapi PDI Perjuangan pada Pilwakot Semarang 2015. elapan parpol itu, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Golkar, Demokrat, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelumnya, Ketua Bappilu DPC PDIP Kota Semarang Supriyadi juga menyampaikan tidak gentar dengan akan dibentuknya koalisi besar untuk menghadapinya di Pilwakot Semarang 2015. PDIP menyatakan siap berkompetisi menghadapi koalisi yang terdiri dari delapan partai itu.

“Artinya, kami sudah lebih siap dari mereka. Sebab sampai saat ini mereka (parpol lain) belum ada kepastian calon yang akan diusung,” kata Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang ini, kemarin.

Ia mengatakan, PDIP sudah bergerak untuk melakukan konsolidasi sampai tingkat bawah. Dan melakukan sosialisasi bakal calon yang akan diusung dengan masyarakat setiap hari di saat parpol lain masih dalam tahap penjajakan. “Jadi, walaupun nanti terjadi head to head pada Pilwakot Semarang 2015, kami akan lebih siap lagi,” tegasnya yang juga Ketua DPRD Kota Semarang itu. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...