Jowonews

Logo Jowonews Brown

Isu Merger PSIS-BSU Dibantah Keras Yoyok Sukawi

SEMARANG, Jowonews.com – Isu merger Bhayangkara Surabaya United (BSU) dengan PSIS Semarang dibantah keras oleh CEO PSIS, Yoyok Sukawi. PSIS dipastikan akan tetap seperti sekarang ini menjadi klub kebanggan masyarakat Kota Semarang.

Hal ini ditegaskan Yoyok Sukawi dihadapan perwakilan suporter Panser Biru dan Snex di Mess pemain PSIS yang berada di Jalan Semeru Dalam 1 No.5 Semarang. “Tak ada komunikasi merger Bhayangkara dengan PSIS. PSIS juga tidak ada tawaran merger dengan Bhayangkara,” ujarnya, Selasa (9/8).

Isu merger BSU dengan PSIS belakangan mencuat dan mendapat respon luarbiasa di media sosial. Kabar ini juga mendapat penolakan dari supporter fanatik PSIS, Panser Biru maupun Snex.

Informasinya BSU akan meninggalkan Surabaya lantaran konflik dengan Persebaya 1927 yang tak kunjung selesai. Terlebih BSU juga kurang mendapat dukungan dari supporter di Surabaya. Adapun Semarang menjadi pilihan BSU, mengingat sekolah kepolisian, Akpol berada di Kota Semarang.

Isu itu diakui oleh Yoyok Sukawi dan menimbulkan keresahan dikalangan supporter. Sehingga dirinya merasa perlu untuk memberikan penjelasan tentang persoalan ini.

“Makanya suporter jangan menolak dulu. Lha wong mereka belum tentu datang kesini kok. Kalau saya dengan Mas Liluk (Manajer Tim PSIS) tidak akan meninggalkan PSIS,” terangnya.

Yoyok justru mengajak kalangan suporter untuk memberikan dukungan jika memang BSU ingin pindah ke Jawa Tengah. “Kalau memang itu benar sebaiknya kita dukung, apalagi mereka kan beda kasta dengan PSIS,” imbuhnya.

Terlebih dari itu, PSIS juga sangat membutuhkan dukungan dari kepolisian yang notabene pemilik BSU. Pasalnya ia mengaku sedih dengan beberapa perlakukan kepolisian terhadap suporter PSIS maupun PSIS sendiri.

“Itu juga biar suporter diperlakukan baik oleh kepolisian, begitu juga soal perizinan pertandingan PSIS agar terus mendapat dukungan dari kepolisian,” jelasnya.

Dalam melaksanakan pertandingan, perizinan memang menjadi satu hal yang sangat penting. Tanpa ada izin kepolisian, pertandingan tak bisa digelar.

Dalam kesempatan ini Manajer PSIS, Wahyu “Liluk” Winarto juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap mengurusi PSIS. “Saya dengan Mas Yoyok tetap focus ngurus PSIS. Merger itu hanya isu,” tandasnya. (Jn19)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...