Jowonews

Ita: Kawasan Industri Harus Berdayakan Potensi Lokal

Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)

Semarang, Jowonews.com – Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita menegaskan kawasan industri harus memberdayakan potensi lokal dan masyarakat sekitar.

Pada Senin malam pasangan dengan slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) ini menghadiri kampanye dialogis sarasehan HUT Ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia di Karangroto RT 5/RW 5, Genuk, Semarang. “Jangan hanya (industri, red.) maunya berdiri di situ, tetapi tidak memperhatikan lingkungan sekitar. Industri itu kan harus memberikan ‘multiplier effect’,” katanya di Semarang, Senin (31/8) malam.

Menurut Ita, upaya industri untuk memberdayakan potensi dan masyarakat lokal bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi warga sekitar untuk bekerja dan meningkatkan taraf kehidupannya.

Ia mencontohkan wilayah Karangroto, Genuk, yang berdekatan dengan kawasan industri, seperti Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan Baru, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri Terboyo Megah. “Jadi, misalnya di satu tempat ada kawasan industri, ‘multiplier effect’ harus ada. Baik pekerja yang berasal dari warga sekitar, kemudian warung-warung makan yang dikelola warga sekitar,” katanya.

Mantan Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), sebuah badan usaha milik daerah, itu mengaku sudah mulai melakukan “mapping” (pemetaan) kawasan-kawasan industri yang ada. “Saya sudah mulai ‘mapping’. Dalam artian, daerah-daerah mana yang berdekatan dengan kawasan industri yang perlu dibenahi, kemudian, bagaimana dengan pekerjaan masyarakatnya,” katanya.

Kalau ternyata ada industri belum memberikan prioritas lapangan kerja bagi warga sekitar, kata dia, harus didorong untuk mempekerjakan warga sekitar untuk membantu meningkatkan taraf hidupnya. Jika memang ada yang kurang dari aspek sumber daya manusianya (SDM), lanjut dia, misalnya, belum sesuai kualifikasi industri maka warga sekitar bisa diberikan pelatihan terlebih dulu.

“Kami akan dorong dengan pemberdayaan dan peningkatan keterampilan lewat balai latihan kerja (BLK). Jadi, masyarakat bisa dilatih dulu agar sesuai kualifikasi yang diinginkan industri,” pungkasnya. (JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...