Jowonews

Ita Siap Berdayakan Perempuan dan Kembangkan Industri Kreatif

Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)
Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)

Semarang, Jowonews.com – Beberapa waktu jelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Semarang, calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita berjanji akan memfokuskan upaya pemberdayaan perempuan untuk mengembangkan industri kreatif.

“Sebagai satu-satunya calon yang berasal dari kaum perempuan, saya memang fokus terhadap pemberdayaan perempuan,” katanya saat mengunjungi Rumah Pintar Lavender, Semarang, Rabu (27/8) kemarin.

Sebagai informasi, rumah Pintar Lavender merupakan pos pemberdayaan perempuan warga RW 11 Blok AM Perumahan Bukit Kencana Jaya, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang yang membawahi delapan rukun tetangga.

Ita mengaku kagum dengan hasil kreasi ibu-ibu di bawah naungan Rumah Pintar Lavender yang mampu membuat beraneka produk bernilai jual tinggi, mulai dari olahan pangan hingga pakaian. “Bisa dilihat sendiri hasil karya ibu-ibu ini, mulai kerupuk, telur asin, bandeng cabut duri, kerudung, hingga batik. Hebatnya, produk-produk ini sudah dipasarkan meski terbatas,” katanya.

Menurut dia, potensi yang dimiliki kaum perempuan itu harus dikembangkan secara lebih luas, apalagi kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah dengan produk sejenis yang sudah bermerek. “Misalnya, kue ‘egg roll’. Selama ini, orang mencari ‘egg roll’ sampai ke Blora. Padahal di sini ada. Telur asin juga, selama ini yang dicari dari Brebes, sementara di sini ada,” katanya.

Yang tidak kalah hebat, kata dia, ibu-ibu tersebut baru serius menekuni usaha itu dua bulan lalu, namun sudah mampu mengumpulkan kas sebesar Rp3 juta dari sisa hasil penjualan produk itu.

Dari hasil dialog dengan ibu-ibu di Rumah Pintar Lavender, Ita mengakui kendala yang dihadapi adalah permodalan sehingga ke depannya akan dibantu jika dirinya terpilih sebagai wakil wali kota. “Kalau modal, dari Pemerintah Kota Semarang pastinya ada. Namun, bantuan dari perusahaan, seperti BUMD dan BUMN juga bisa dimaksimalkan melalui CSR (corporate social responsilibity),” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Pintar Lavender Maya Sopha Dianty mengatakan Rumah Pintar itu sudah diresmikan sejak 2006, namun baru serius dimanfaatkan untuk industri kreatif dua bulan lalu. “Selama ini, kegiatan ibu-ibu kreatif ini terpencar-pencar, kemudian kami kumpulkan. Jadi, lebih termanajemen baik. Hasil produknya, kami pasarkan ke sekitar sini, kemudian kantor-kantor,” ungkapnya. (JN03)

Tinggalkan komentar