Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Jekek Paling Tidak Populer

pilkadaWONOGIRI, Jowonews.com – Ketua DPC PDIP Wonogiri Joko Sutopo alias Jekek menjadi bakal calon (balon) bupati yang paling rendah popularitasnya. Baik dibanding balon yang mendaftar di DPC PDIP maupun balon yang mendaftar di parpol/gabungan parpol lainnya.

Fakta itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Wonogiri, Setyo Sukarno, Senin (6/7) kemarin. “Awal berangkatnya Mas Jekek sebagai bakal calon bupati, posisinya paling lemah. Mas Jekek tingkat popularitasnya dibandingkan dengan balon lain paling rendah,”ungkapnya di Gedung DPRD Wonogiri.

Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Wonogiri ini, penyebab semua itu karena Jekek belum pernah mempunyai pengalaman menduduki jabatan birokrasi/politis.

Setyo lantas membandingkan Jekek dengan Hamid Noor Yasin, balon bupati dari Koalisi Wonogiri Baru (KWB), yang merupakan gabungan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat (PD), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Gerindra (PG).

Setyo membeberkan fakta, bahwa Hamid Noor Yasin pernah tiga periode menjadi wakil rakyat. “Bahkan saat ini Mas Hamid adalah anggota DPR RI,” tambah Setyo.

Dibandingkan dengan balon bupati H. Sumaryoto, Jekek juga dinilai masih kalah populer. Sebab Sumaryoto pernah tiga kali menjadi anggota DPR RI dari PDIP. Yang bersamgkutan juga berangkat sebagai tokoh olahragawan dan pengusaha jasa angkutan bus, dan SPBU. “Dengan mas Yuli (Yuli Handoko) pun kalah populer, karena Mas Yuli adalah wakil bupati,” katanya.

Dibanding balon bupati yang dari PDIP pun, Jekek juga dinilai kalah populer dengan H. Danar Rahmanto. Danar Rahmanto saat ini adalah balon bupati petahanan (inchumbent). Sehingga tim relawan Jekek terus bergerak untuk mendongkrak pupularitasnya, sampai pendaftaran balon bupati/wabup ke KPUD.

BACA JUGA  NU-PKB Bertemu Rumuskan Pemanangan Pilkada 

Upaya yang dilakukan, masih menurut Setyo Sukarno adalah dengan mengenalkan foto dan nama Jekek melalui media luar ruang. “Per desa ada 20 spanduk dan 1 baliho. Baliho bando ada 9, dan ini terus bertambah. Branding mobil angkot targetnya ada 60 unit,” kata Setyo Sukarno.

Selain itu, relawan Jekek terus bergerak dengan menggelar bazar murah telur di setiap pasar tradisional. Targetnya setiap pasar murah terjual 1 ton telor ayam harga Rp.10.000 /kg. Setiap kupon bazar ada foto dan nama balon bupati. “Kita tidak khawatir kehabisan telor. Karena istrinya mas Jekek dan mitranya punya peternakan ayam petelor di Jogja,” katanya.

Terkait rekomendasi, Setyo menyebutkan akan turun setelah Lebaran. Jekek dinilai sebagai balon paling berpeluang mendapatkan rekomendasi. “Kita, sampai hari ini, masih menghendaki rekomendasi turun untuk mas Jekek. Mulai Fraksi PDIP, pengurus DPC, Anak Cabang sampai pengurus ranting dan anak ranting,” katanya. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...