Jowonews

Logo Jowonews Brown

Waspadai Penyakit Antraks Hewan Kurban

YOGYAKARTA, Jowonews.com – Menjelang hari raya Idul Adha, masyarakat diminta untuk mewaspadai penyakit antraks pada hewan kurban. Mengantisipasi masuknya hewan kurban dengan penyakit antraks, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan terhadap masuknya hewan kurban dari luar daerah.

“Tidak ada larangan bagi sapi dari daerah-daerah tertentu untuk masuk ke Kota Yogyakarta asalkan sudah mengantongi surat keterangan sehat dari daerah asalnya,” kata Kepala Seksi Pengawasan Mutu Komoditas dan Kesehatan Hewan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta, Endang Finiarti , Rabu (24/8).

Sapi dari beberapa daerah yang perlu diwaspadai membawa penyakit antraks diantaranya adalah Boyolali dan Sragen. Ciri-ciri hewan yang terserang antraks adalah tubuh demam dan mengeluarkan cairan merah kehitaman dari mulut atau hidung. Namun demikian, sebagian besar sapi yang biasanya dijual di Kota Yogyakarta untuk keperluan hewan kurban tidak berasal dari kedua kabupaten tersebut tetapi berasal dari beberapa kabupaten di DIY, dan untuk kambing berasal dari Magelang, Ambarawa, Purworejo dan Wonosobo. “Di Kota Yogyakarta, sebenarnya ada kelompok peternak sapi dan kambing. Namun, produksinya belum mampu mencukupi kebutuhan sehingga perlu didatangkan sapi dari luar daerah,” terangnya.

Endang menyebut, guna memastikan agar seluruh hewan kurban yang dijual di Kota Yogyakarta dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat menjadi hewan kurban, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta akan melakukan pemantauan ke tempat-tempat penjualan hewan kurban.

Pemantauan akan dilakukan mulai H-10 Idul Adha dengan bantuan 125 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. “Akan ada tim yang dibagi di tiap kecamatan. Mereka akan memeriksa kondisi kesehatan hewan di seluruh lokasi penjualan,” katanya.

Hewan kurban yang dinyatakan sehat akan memperoleh label dari petugas. Dinas menyiapkan sekitar 4.000 label. Hewan kurban yang sehat dapat dilihat dari kondisi fisiknya, yaitu mata jernih, hidung, mulut dan telinga tidak mengeluarkan lendir, bulu mengkilat dan yang paling mudah dilihat adalah nafsu makan hewan baik. “Jika tidak yakin dengan kondisi hewan kurban, maka pedagang maupun masyarakat bisa menghubungi petugas untuk memastikan kondisi kesehatannya,” imbuhnya. (Jn19/ant)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...