Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kartu ATM Ditukar, Rp 40 Juta Raib dari Tabungan

SEMARANG, Jowonews.com – Beberapa waktu lalu, aparat Polrestabes Semarang memang berhasil mengungkap komplotan pelaku pembobolan uang milik nasabah bank pemegang kartu ATM. Akan tetapi, tindak kejahatan dengan sasaran nasabah pemegang kartu ATM masih saja terjadi di Kota Semarang.

Kali ini bukan modus mengganjal slot kartu ATM seperti yang sudah terungkap, melainkan tindak penipuan dengan modus sumbangan masjid. Dalam beraksi, pelaku juga menukar kartu ATM korban dengan kartu ATM lain yang masih satu bank.

Aksi penipuan tersebut baru-baru ini menimpa Saja’un (54), warga asal BTN Lasoani Blok H IV/2, Palu, Sulawesi Tengah, yang sedang bepergian ke Kota Atlas. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/12) malam. Dalam peristiwa tersebut, Saja’un menderita kerugian hingga Rp 40 juta. Itu setelah Saja’un termakan bujuk rayu dua orang yang baru dikenalnya, yakni Ismail dan Junaedi.

Nasib apes yang menimpa korban (Saja’un, red), bermula saat ia jauh-jauh berkunjung dari Palu, Sulawesi Tengah, ke Semarang. Setibanya di Semarang, korban memilih menginap di Hotel Horison.

Selanjutnya, pada Kamis (3/12) malam tersebut, korban hendak berjalan-jalan di kawasan Simpanglima, Semarang. Ketika korban berjalan seorang diri, ia kemudian bertemu dengan dua orang berlogat melayu. Dua orang tersebut adalah Ismail dan Juanedi, keduanya mengaku berasal dari Brunei Darussalam.

“Awalnya dua orang itu tanya arahjalan ke Klaten. Saya kan dari Palu, jadi tidak tahu arah ke Klaten. Lalu saya terus terang menjawabnya kalau benar-benar tidak tahu,” ujar Saja’un kepada polisi saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Minggu (6/12).

Begitu tahu korbannya merupakan pendatang, kedua pelaku langsung melancarkan aksinya. Keduanya kemudian memperkenalkan diri kepada korban. Anehnya, kedua orang yang semula hendak ke Klaten justru meminta bantuan kepada korban untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening masjid.

BACA JUGA  Curi Tas, Sekeluarga Dibekuk Polisi

Korban yang dimintai bantuan tersebut tidak serta merta menolak. Bersama dua orang baru dikenal itu, korban diajak ke mesin ATM Bank Mandiri di Jalan Pahlawan Semarang.
“Katanya itu untuk sumbangan ke yayasan masjid. Setelah itu saya diajak naik ke mobil kedua orang itu dan menuju ke ATM,” lanjut korban.

Begitu sampai di ATM, korban langsung disuruh mentransfer ke nomor rekening yang disarankan oleh dua orang tersebut. Tanpa disadari, korban diduga telah berada dalam pengaruh gendam dari terlapor. Begitu transaksi selesai, korban diminta mengeluarkan kartu ATM. Dalam kesempatan itu, terlapor (Ismail dan Jumaedi) kemudian menyerahkan kartu ATM lain yang bukan milik korban.

“Sadarnya setelah dua orang itu pergi. Saya ditinggal sendirian di lokasi. Coba kejar pelaku tapi sudah tidak ada. Saya juga coba mengambil uang di ATM, tapi ternyata kartu saya juga sudah ditukar atas nama orang lain,” terang korban.

Kartu ATM korban ternyata ditukar dengan kartu ATM milik seseorang bernama Sumaryoto. “Setelah saya cek saldo, ternyata uang saya yang tadinya Rp 60 juta tinggal Rp 20 juta. Rp 40 juta hilang entah ke mana,” pungkas korban yang akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi. (JN01/JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...