Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Kasus Amelia Jangan Terulang, Guru Diminta Tak Lengah

SEMARANG, Jowonews.com – Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jawa Tengah, mengingatkan kasus yang menimpa Ana Amelia, siswi SD Negeri Mangkang Wetan 02 Semarang yang lumpuh karena dijahili kawannya tidak terulang.

“Kami sudah ke sana (rumah Amelia, red.) mendampingi Pak Wali (Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, red.) menjenguk Amelia,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Selasa.

Pada saat itu, kata dia, jajaran guru, kepala sekolah, dan komite sekolah sekaligus dikumpulkan untuk diberikan arahan untuk mengantisipasi kasus serupa yang menimpa Amelia terjadi di sekolah.

Sudah hampir sebulan ini, Amelia terbaring lemas di rumahnya di Jalan Gotong Royong RT 01/RW 03, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang karena sebagian tubuhnya tidak bisa digerakkan.

Kelumpuhan yang dideritanya berawal dari kejahilan sejumlah kawan sekolahnya yang menarik kursi saat Amelia hendak duduk sehingga menyebabkannya terjatuh dengan posisi duduk, 31 Maret 2016.

Namun, efek dari kejadian itu dirasakan siswi kelas III itu setelah 2 hari kemudian dengan sebagian tubuhnya yang terasa kaku hingga sekarang ini yang membuatnya tidak bisa bersekolah lagi.

Dari hasil investigasi yang dilakukan, Bunyamin memastikan kejadian yang menimpa Amelia itu terjadi saat istirahat sehingga seluruh guru mulai sekarang tidak boleh lengah mengawasi anak didiknya.

“Saat jam istirahat, jangan semua guru berada di ruangan (ruang guru, red.). Namun, harus bergerak di luar mengawasi anak-anak. Sudah kami berikan arahan, guru bergantian mengawasi anak-anak,” katanya.

Selain itu, kata dia, guru-guru juga harus memberikan imbauan kepada siswa-siswanya mengenai dampak dari kejahilan yang berakibat fatal itu sehingga tidak melakukannya pada kawan-kawannya.

“Jangan pula ada kelas yang sampai kosong tidak diajar guru. Kalau memang ada guru yang sedang bertugas di luar dan tidak bisa mengajar, sekolah harus mengambil langkah-langkah preventif,” tegasnya.

Ia mencontohkan guru yang sedang menjalani pelatihan kurikulum tentunya membuatnya tidak mengajar dan sekolah semestinya mengambil langkah preventif untuk mencegah kekosongan pelajaran di kelas.

“Untuk ananda Amelia, kami meminta sekolah (SD Negeri Mangkang Wetan 02 Semarang, red.) terus memberikan penguatan pembelajaran. Kalau sudah bisa belajar, ya, diberikan pelayanan,” katanya. (jn16-ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Baca juga berita lainnya...