Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Kebakaran di Kota Semarang Tahun ini Sebanyak 191 Kasus

Pasar Johar yang hangus terbakar. (Foto: IST)
Pasar Johar yang hangus terbakar. (Foto: IST)
Pasar Johar yang hangus terbakar. (Foto: IST)

Semarang, Jowonews.com – Dinas Kebakaran Kota Semarang mencatat kejadian kebakaran di daerah ini sejak Januari-Agustus 2015 sudah mencapai 191 kasus. 

Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Sumarsono di Semarang, Rabu, mengatakan hampir setiap hari masuk laporan tentang terjadinya kebakaran. Ia mengungkapkan berbagai kasus kebakaran yang terjadi ini sebagian besar dipicu oleh ulah manusia. “Paling banyak laporan tentang ilalang yang terbakar,” katanya.

Menurut dia, risiko terjadinya kebakaran ilalang saat musim kemarau ini cukup besar. “Kena api sedikit saja langsung menyala. Biasanya ada yang membuang puntung rokok atau membakar sampah tetapi tidak ditunggui,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar ilalang yang saat ini banyak yang kondisinya sudah kering. “Kalau ilalang lebih baik dipotong saja, jangan dibakar,” jelasnya.

Namun bila memang terpaksa harus dibakar, ia mengimbau masyarakat tidak meninggalkan ilalang yang dibakar tersebut. Menurut dia, harus dipastikan api yang membakar ilalang tersebut telah padam agar tidak kembali membesar karena tiupan angin.

Senada dengan Sumarsono, Kepala Seksi Operasional Dinas Kebakaran Kota Semarang Supriyanto menyebutkan kasus kebakaran yang terjadi pada Agustus lalu mencapai 48 kejadian atau paling banyak sepanjang tahun ini, mengingat bulan tersebut merupakan puncak musim kemarau.

Menurut dia, faktor alam dan kelalaian manusia menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran, sebagaimana musim kemarau sekarang ini sehingga masyarakat harus selalu waspada. “Masyarakat harus mewaspadai potensi terjadinya kebakaran, seperti dari peralatan elektronik. Jangan lalai. Banyak kejadian kebakaran akibat faktor kelalaian manusia,” katanya.

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi mengimbau seluruh masyarakat untuk mewaspadai terjadinya kebakaran, terutama selama musim kemarau ini. Ia mengatakan biasanya kebakaran terjadi ketika rumah dalam keadaan kosong atau sedang ditinggal pergi penghuninya sehingga kemungkinan disebabkan kelalaian dari pemilik rumah.

“Makanya, kami berharap masyarakat tetap waspada. Jika akan keluar rumah, cek dulu segala hal yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya kebakaran, seperti peralatan elektronik,” katanya.

BACA JUGA  Longsor Landa Banyumanik Semarang, Satu Orang Hilang

Berkaitan dengan kejadian kebakaran yang menghanguskan tiga rumah warga di Jalan Banowati, Bulu Lor, Semarang Utara, Supriyadi yang rumahnya relatif berdekatan mengungkapkan keprihatinannya. Politikus PDI Perjuangan itu berinisiatif memberikan bantuan tali asih kepada para korban kebakaran yang terjadi pada Selasa (1/9) kepada sebanyak lima kepala keluarga (KK). (JN03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...