Jowonews

Kloter Terakhir, Dua Kloter Digabung Satu Pesawat

DPR: Sulitnya Turunkan Biaya Haji

BOYOLALI, Jowonews.com – Kelompok terbang (Kloter) sapu jagat dari Embarkasi Solo diberangkatkan Kamis (17/9) siang. Dua Kloter yakni 74 dan 75 diberangkatkan dalam satu pesawat. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyewa satu pesawat berbadan lebar berkapasitas 500 tempat duduk. 

Sebagian anggota jamaah calon haji (Calhaj) dari kedua Kloter itu merupakan jamaah dari Kloter-kloter sebelumnya yang keberangkatan tertunda karena masalah visa. Wakil Sekretaris III PPIH Embarkasi Solo, Badrusalam, memaparkan Kloter 74 terdiri 286 Calhaj asal Kota Solo. Selain Calhaj asal Solo juga ditambah sejumlah Calhaj yang tertunda keberangkatannya. Terdiri 43 Calhaj asal Kebumen, Wonosobo 16 Calhaj, Cilacap dua Calhaj, serta dua petugas. Sehingga total di Kloter 74 sebanyak 352 Calhaj. 

Namun rupanya masih ada 48 Calhaj asal Sukoharjo yang masih belum berangkat. Pasalnya kursi mereka pada jadwal pemberangkatan awal sudah diisi oleh anggota Kloter lain karena penerapan modifikasi Kloter dampap permasalahan visa Calhaj yang belum beres. 

Setelah dirapatkan, dari PPIH pusat memutuskan untuk menambah satu Kloter, yakni kloter 75. Kloter ini untuk menampung jamaah yang tertunda atau diundurkan keberangkatannya. Namun karena kapasitas angkut pesawat yang biasanya digunakan terbatas, hanya 360 seat (tempat duduk), PPIH mendatangkan pesawat jenis Boeing 747 yang kapasitasnya lebih besar. Pesawat itu berkapasitas 500 seat, sehingga seluruh Calhaj dari kedua Kloter tersebut dapat tertampung.

“Jadi kloter 74 dan kloter tambahan (kloter 75) diberangkatkan dalam satu manifest. Diberangkatkan dalam satu pesawat. Namun mereka akan transit dulu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, karena ada sekitar 100-an Calhaj asal Jakarta yang juga akan ikut terbang dengan pesawat ini,” kata Badrus kepada wartawan. 

Dengan penerbangan terakhir itu, total Calhaj embarkasi Solo yang sudah diterbangkan ke tanah suci sebanyak 26.482 jamaah,  dari jumlah awal jamaah dari Jateng dan DIY sebanyak 26.568 orang. Adanya selisih tersebut disebabkan ada jamaah yang tak jadi berangkat karena sejumlah penyebab. Antara lain sudah meninggal atau sakit saat di kampung halaman ataupun karena sedang hamil. Terdapat juga sekitar empat jamaah yang sudah sampai di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, namun tak jadi diberangkatkan karena tak mendapat rekomendasi dari dokter.

“Jamaah yang dipulangkan menjadi istilahnya lunas tunda. Apabila sampai di rumah kondisi kesehatan mereka membaik, mereka akan menjadi prioritas utama untuk pemberangkatan tahun depan.”

Hingga saat ini, jumlah Calhaj dari Embarkasi Solo Yang meninggal sebanyak 10 jamaah. Satu jamaah meninggal di RS dr Moewardi, Solo, satu jamaah lain meninggal saat perjalanan dari kota asal menuju embarkasi, dan delapan jamaah lainnya meninggal di tanah suci. Termasuk diantaranya satu jamaah yang menjadi korban musibah robohnya crane di Masjidil Haram. (JN01) 

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...