Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Koalisi Benteng Nusantara Tolak Ajaran Komunis

PURWOKERTO, Jowonews.com – Koalisi Benteng Nusantara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menolak ajaran komunis khususnya Partai Komunis Indonesia (PKI) hidup kembali di Indonesia.

“Kami bersama teman-teman yang tergabung dalam Koalisi Benteng Nusantara tergerak hatinya setelah melihat banyaknya gambar-gambar atau status-status di media sosial yang ingin PKI hidup kembali di Indonesia,” kata Koordinator Koalisi Benteng Nusantara Yudho F Sudiro di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Hal ini diungkapkan Yudho kepada wartawan usai Deklarsi Gerakan Antikomunis dan Neokomunis di halaman Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas.

Menurut dia, Koalisi Benteng Nusantara yang terdiri atas sejumlah organisasi pemuda dan organisasi kemasyarakatan, seperti Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, dan Banser merupakan penjaga amanah Pancasila di Kabupaten Banyumas.

“Yang jelas, kami dari Koalisi Benteng Nusantara menolak ajaran kiri dan kanan. Koalisi Benteng Nusantara membangun kesamaan pandangan bahwa PKI dan ajarannya tidak layak hidup di Indonesia,” kata dia yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Banyumas.

Lebih lanjut, dia mengharapkan Dinas Pendidikan bersama TNI dan Polri melakukan aksi nyata untuk mengantisipasi bangkitnya paham komunis melalui generasi muda.

Dia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas untuk melakukan kegiatan nyata guna membentengi anak didik dari gerakan komunis.

Ia mengaku miris ketika mengetahui anaknya yang baru diterima di salah satu sekolah menengah pertama negeri di kota Purwokerto diharuskan membawa mainan seperti badut dan boneka.

Menurut dia, sebaiknya anak didik diberi pemahaman sedini mungkin tentang Pancasila.

“Dari mulai PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai mahasiswa, anak dididik tentang kebangsaan. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” tegasnya.

Yudho juga mendesak TNI dan Polri tidak ragu-ragu untuk melakukan tindakan preventif guna mengantisipasi bangkitnya paham komunis.

BACA JUGA  BIN: Usia 17-24 Tahun Rentan Terpapar Radikalisme

Ia mengaku sempat melihat ada orang di Banyumas yang memakai kaos berlambang PKI.

“Apakah itu terstruktur atau tidak, saya tidak tahu. Itu tugas pemerintah, tugas BIN (Badan Intelijen Negara), kami hanyalah ormas yang ingin menjadi bagian dari penegakan (penegakan Pancasila, red.) di Kabupaten Banyumas,” katanya. (jn03/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...