Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kontribusi Kepemudaan Jateng Terhadap Pembangunan Minim

SEMARANG, Jowonews.com – Generasi muda sekarang dinilai kurang menjalankan fungsi agent of change dan kontrol sosial. Ini tercermin dari berbagai masalah yang justru dialami para pemuda, baik menyangkut masalah narkoba, rendahnya nasionalisme dan wawasan kebangsaan, hingga kurang optimalnya organisasi kepemudaan.

Hal itu terungkap dalam diskusi hari aspirasi tentang kepemudaan yang digelar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Senin (7/11) di Semarang, Jateng. “Narkoba, kurang pemberdayaan pemuda, rendahnya nasionalisme dan wawasan kebangsaan, rendahnya partisipasi pemuda dalam pembangunan dan belum optimal organisasi pemuda adalah berbagai persoalan yang menggelayuti pemuda saat ini, terkhusus di Jateng,” Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Jateng, Eddy Iswanto.

Untuk menyikapi hal tersebut, lanjutnya, perlu melakukan penyadaran pemuda melalui program yang dicanangkan. Penyadaran tersebut, kata Eddy, adalah dengan memahami dan menyikapi masalah lingkungan dan diwujudkan dengan berbagai agenda, diantaranya keagamaan, bela negara, basis kearifan lokal dan regenerasi dalam segala bidang.

“Saat ini di Pemprov kita menggalakkan Diklatsar cinta alam, dialog interaktif kepemudaan, penanggulangan HIV Aids bagi pemuda, Paskibraka, Rencana aksi daerah (RAD), Pertukaran Pemuda, Pemberdayaan OKP, Peningkatan wawasan pemuda, pengembangan Kewirausahaan, peningatan ketrampilan, pengembangan pemuda, forum pengembangan pemuda, jambore teknologi, pendampingan dan pembinaan SP3, pengembangan kepedulian pemuda, kewirausahaan dan kepanduan,”ungkapnya.

Sementara, Ketua F-PKS Jateng Karsono mengungkapkan bahwa idealnya saat ini para pemuda berkapasistas sesuai kemampuan masing. “Tantangannya berat yaitu kehidupan hedon dan tidak memahami karakter bangsa,” ujarnya.

Saat ini, menurut Karsono, berbagai pelaksanaan program hanya sampai tahap sosialisasi, rekrutmen dan pembekalan yang hanya dilakukan di awal pengenalan program. “Tapi setelahnya dalam tahapan realisasi dan keberjalanan program justru kurang pendampingan yang berlanjut secara konsisten sehingga tujuan dari pembangunan pemuda belum sepenuhnya dapat terwujud,” jelas anggota Komisi E DPRD Jateng ini.

Namun demikian, ditengah persoalan yang membayangi generasi muda, Karsono mengapresiasi segelintir pemuda yang terus berkontribusi sesuai dengan wilayah keilmuan mereka dalam rangka membangun masyarakat, seperti desa binaan dan juga pegiat mangrove di Jateng.

“Banyaknya pohon mangrove di Pantura Jawa Tengah justru dibuka lahan untuk tambak, sedangkan jika tidak ada mangrove di daerah pasangsurut, tambak tidak maksimal. Fungsi mangrove hilang, jadi rob masuk, lalu kita melakukan uji kandungan mangrove, kemudian melakukan pendampingan ke masyarakat terkait manfaat mangrove untuk masyarakat, hingga melakukan konservasi, alhamdulillah mulai berhasil, “kata Mahbub Arjuna, Presiden Kesemat, komunitas pegiat Magrove dari Universitas Diponegoro (Undip).

Agenda hari aspirasi yang menjadi program F-PKS Jateng tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai institusi di Semarang, yang menghadirkan pembicara Eddy Iswanto (Dinpora Jateng), Mahbub Arjuna (Kesemat) dan Amin Suryanto (KAMMI Jateng). (jn19)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...