Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kota Semarang Raih Adipura Kirana

Hendi-Ita menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: Achmad Munif/Jowonews)

SEMARANG, Jowonews.com – Kota Semarang memperoleh penghargaan Adipura Kirana 2016 yang diserahkan Wakil Presiden M Jusuf Kalla kepada Wali Kota Hendrar Prihadi.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Semarang Achyani di Semarang, Jumat, mengatakan penyerahan penghargaan itu berlangsung di Lapangan Tugu, Kabupaten Siak, Riau.

Adipura Kirana adalah penghargaan kepada kabupaten/kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan perdagangan, pariwisata, dan investasi berbasis pengelolaan lingkungan hidup.

Setidaknya sebanyak 143 kepala daerah, baik gubernur, wali kota, maupun bupati hadir dalam penyerahan penghargaan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tersebut.

Perolehan Adipura Kirana itu tidak terlepas dari pengelolaan sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA), ruang terbuka hijau (RTH), dan kebersihan lingkungan, jalan protokol, kantor, dan sekolah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat Kota Semarang sehingga mampu meraih penghargaan Adipura lima tahun berturut-turut.

“Ini untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut, mulai 2012-2016 Kota Semarang meraih penghargaan Adipura. Semangat kebersamaan masyarakat dan pemerintah ini harus terus dipelihara,” katanya.

Semarang, kata dia, sebagai kota perdagangan dan jasa terus melakukan berbagai program pembangunan berbasis lingkungan hidup dengan inovasi yang kreatif untuk mewujudkan Semarang yang lebih baik.

Ia mencontohkan pengelolaan sampah di TPA Jatibarang yang di dalamnya terdapat kantin yang menggunakan gas metana untuk memasak dan listrik untuk penerangan yang dihasilkan dari sampah.

“Bahkan, dibayar (pembayarannya, red.) juga menggunakan sampah plastik. Gas metana ini dimanfaatkan untuk keperluan memasak bagi sekitar 100 kepala keluarga di sekitar TPA Jatibarang,” katanya.

Selain itu, kata dia, volume sampah yang masuk sebanyak 700-800 ton/hari, sebagian di antaranya diolah menghasilkan 350 ton pupuk organik/hari yang produknya dijual ke Petro Kimia Gresik.

BACA JUGA  Pemkot Didesak Bentuk BUMD Pengelola Pasar Tradisional

“Kami sedang bekerja sama dengan Pemerintah Denmark untuk membuat energi listrik dari sampah. Diperkirakan bisa menghasilkan listrik sampai 1,4 megawatt. Sudah masuk DED (detailed engineering design),” katanya. (jn03/ant)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...