Jowonews

Logo Jowonews Brown

Labuhan Gunung Merapi Sedot Wisatawan

SLEMAN, Jowonews.com – Gunung Merapi selalu menarik bagi wisatawan. Tidak hanya soal eksotika alam yang terpancar disana, melainkan sisi mistisnya pun juga menyimpan cerita yang disukai banyak orang.

Apalagi jika cerita Merapi yang dikaitkan dengan Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Itu terlihat dengan banyaknya wisatawan yang menyaksikan upacata adat bernama “Labuhan Gunung Merapi”.

Dan Minggu (8/5) besok hingga Senin (9/5) Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat akan melaksanakan upacara adat Labuhan Gunung Merapi dalam rangkaian peringatan naik takhta Sultan Hamengku Buwono X.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi mengatakan, upacara tersebut akan diawali dengan penyerahan uba rampe (sesajian) Labuhan dari Keraton Yogyakarta kepada Camat Depok di Pendopo Kecamataan Depok Minggu (8/5).

Dari Kecamatan Depok, ia melanjutkan, para abdi dalem dan Camat Depok akan mengarak uba rampe upacara ke Kecamatan Cangkringan dan menyerahkannya kepada Camat Cangkringan di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

“Camat Cangkringan kemudian menyerahkan uba rampe tersebut kepada Juru Kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo untuk dibawa ke Balai Labuhan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan,” katanya,Sabtu (7/5).

Sesampainya di Balai Labuhan di Kinahrejo (pendopo petilasan Mbah Maridjan), ia menuturkan, pelengkap upacara akan diinapkan satu malam. Dan pagi harinya, Senin (9/5)sekitar pukul 06.00 WIB, diarak menuju ke Bangsal Sri Manganti atau pos dua untuk upacara resmi Labuhan Merapi.

Juru Kunci Gunung Merapi Kliwon Suraksohargo akan memimpin arak-arakan menuju ke Bangsal Sri Manganti.

Uba rampe yang dilabuh pada upacara itu meliputi sinjang limar satu lembar, sinjang cangkring satu lembar, semekan gadhung satu lembar, semekan gadhung melati satu lembar, paningset udaraga satu lembar, kambil watangan satu biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh satu buntal, yotro tindih dua amplop, dan destar doromuluk satu lembar.

Selain itu ada kembang setaman, nasi tumpeng, serta ingkung (hidangan ayam kampung) dan serundeng yang akan dibagikan kepada pengunjung usai upacara labuhan.

“Labuhan Merapi yang sudah menjadi agenda rutin dan hajat Kraton Ngayogyokarto, diharapkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan manca negara,” kata Ayu. (JN19/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Baca juga berita lainnya...