Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Mahasiswi Serukan Stop Kekerasan Perempuan dan Anak

SEMARANG, Jowonews.com – Pulusan Mahasiswi yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Semarang melakukan aksi simpatik “Stop Kekerasan Perempuan dan Anak” di bundaran Tugu Muda, Semarang, pada Rabu (25/5/2016).

Aksi ini dilakukan berangkat dari kondisi Indonesia dan Semarang khususnya yg marak dengan fenomena kekerasan pada perempuan dan anak, utamanya kekerasan seksual.

Kasus Yuyu Bengkulu dan Eno Tangerang hanya segelintir dari segudang pilu perempuan dan anak Indonesia lainnya yang tidak dapat diungkap satu persatu kekejiannya. “Semarang tak masuk pengecualian dari kasus kekerasan pada perempuan dan anak.” Kata Najla Anissa, koordinator aksi KAMMI.

Bahkan, Semarang dengan gagahnya melenggang ke zona merah berdasarkan tingkat kekerasan pada perempuan dan anak, yang jumlahnya kian tahun kian meningkat.

Najla juga mengatakan menurut data ternyata Kota Semarang termasuk zona merah kekerasan perempuan dan anak yang jumlahnya semakin tahun semakin banyak. Tahun 2015 ada 281 kasus dan meningkat dari tahu lalu yang berjumlah 264 kasus.

“Banyak kasus serupa di Jawa Tengah sehingga kami merasa sangat prihatin kenapa pemerintah tidak bisa menyelesaikan malah meningkat dari tahun ketahun,” katanya.

Najla menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekerasan antara lain peraturan pemerintah yang tidak tegas untuk mengatasi perilaku kekerasan terhadap perempuan dan anak, selain itu tanyangan pornografi dan minuman keras juga menjadi penyebab terjadinya kekerasan.

Dalam aksi ini KAMMI menuntut agar pemerintah menyusun peraturan tersebut agar lengkat dalam melindungi perempuan dan anak, danmengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dari hal-hal yang menyebabkan kekerasan, mengawasi dan melaporkan tindak kekerasan pada perempuan dan anak.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Komnas Perempuan, ada 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2015. Data ini meningkat 28.532 dari tahun 2014 dan terus seperti itu setiap tahunnya.

BACA JUGA  Desakan Penetapan Kekerasan Anak Menjadi Kejahatan Luar Biasa

“Kita sebagai mahasiswa harus peduli terhadap kondisi yang memprihatinkan ini.” pungkas Najla.

Selain melakukan orasi, massa aksi juga membacakan puisi simpatik dibarengi freeze mob dan bagi-bagi  stiker anti kekerasan. (jn21/jn03)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...