Jowonews

Logo Jowonews Brown

Mayoritas Beras Raskin Dijual ke Tengkulak

Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)

Kendal, Jowonews.com – Jeleknya kualitas beras miskin (raskin) menjadi penyebab utama beras ini kembali dijual ke tengkulak. Mayoritas warga tidak mampu enggan mengonsumsi beras seharga Rp1.600 per kilogram. Selain kondisi beras pecah terkadang ditemukan kutu dan bleduk.

“Kualitas beras yang disalurkan harus ditingkatkan kualitasnya agar penerima mau mengonsumsi beras itu,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Kendal M Zaenudin Jumat (6/3/2015) siang.

Zaenudin mengaku secara umum distribusi beras miskin sudah sesuai dengan aturan yang berlaku yakni tiap warga menerima 15 kilogram atau seharga Rp24 ribu. Namun karena kualitasnya jelek penerima memilih menjual beras itu ke tengkulak. Nah di tangan tengkulak beras itu harganya naik hingga Rp60 ribu per sak. Sehingga yang diuntungkan justru para tengkulak. Sebab para tengkulak kembali menjual beras itu ke Bulog sehingga kualitas beras menurun.

Agar kejadian serupa tidak terulang dia menyarankan adanya evaluasi data penerima karena data sangat dinamis tidak permanen. Selain itu kualitas beras raskin harus ditingkatkan.”Yang terpenting harus diberikan pemahaman bahwa beras itu untuk dikonsumsi bukan untuk dijual kembali,” ujar Zaenudin.

Pada kesempatan itu dia juga minta pemkab bekerja sama dengan pedagang beras agar tidak terlalu mudah membeli beras raskin. (JN09)

BACA JUGA  Delapan Napi Lapas Kendal Ketahuan Pakai Narkoba

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...