Jowonews

Logo Jowonews Brown

MT I Dimulai Awal September, Perbaiki PH tanah, Tingkatkan Produksi Padi

padi-sawah-okeKUDUS, Jowonews.com– Petani pengguna sistem irigasi teknis Kedungombo di wilayah Kecamatan Undaan Kudus mulai mempersiapkan musim tanam pertama (MT I) awal September ini. Penanaman padi lebih awal diharapkan agar saat panen nanti terhindar dari kemungkinan datangnya banjir pada musim penghujan.

Koordinator Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo, Kaspono mengatakan, air Waduk Kedungombo mulai digelontorkan 1 September, sehingga petani harus bersiap- siap mengolah lahan untuk mulai penanaman benih. “Perkiraan air sampai Undaan bagian selatan antara 4- 5 September,” ujarnya, Senin (31/8).

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Ir Budi Santoso. Air dari Kedungombo lebih dulu dimanfaatkan untuk pembasahan lahan pertanian mereka yang kering, sebelum diolah untuk pembibitan. Penanaman padi diperkirakan dapat dimulai pertengahan hingga akhir September, khususnya untuk wilayah Kudus bagian selatan.

“Bisa tanam awal lebih menguntungkan, karena saat panen sekitar Desember nanti masih ada panas sehingga padi mudah dikeringkan. Dari sisi harga akan lebih baik,” katanya.

Sementara, sekitar 150 petani dari gabungan kelompok tani (gapoktan) wilayah Undaan melakukan studi banding ke PT Petrokimia Gresik untuk belajar sistem pemupukan moderen, serta ke Bali untuk mempelajari sistem pengairan Subak. Studi banding berlangsung lima hari, Kamis (27/8) hingga Senin (31/8). Mereka didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Undaan Rifai, UPT Pengairan Muhtarom, Koordinator PPL Pertanian Undaan Sunarto, dan wakil P3A.

Rifai menggatakan, hasil studi banding akan diimplementasikan di lapangan pada MT I tahun ini. Terutama dilakukan mengubah pola pemupukan dengan mengurangi pupuk kimia, dan memperbanyak penggunaan pupuk organik. Pola yang akan digunakan 5-3-2, yakni 5 organik, 3 Ponska dan 2 Urea. Dengan pola itu diharapkan dapat memperbaiki PH tanah.

BACA JUGA  Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Kudus Capai 13,3 %

Mutu tanah pertanian di Undaan yang rata- rata di bawah 5, membuat tingkat keasamannya tinggi sehingga tanaman rentan penyakit. Agar tanah menjadi subur PH harus ditingkatkan mendekati 7. “Lahan kita kita optimalisasikan lahan dengan memperbaiki PH tanah. Kalau tanahnya subur, hasil produksi pasti akan meningkat,” tegasnya.

Berbagai upaya untuk peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan akan terus dilakukan. Hasil studi banding yang telah diimplementasikan di lapangan akan di evaluasi saat panen nanti, dan akan disaksikan langsung dari pihak PT Petrokimia. (JN04)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...