Jowonews

Logo Jowonews Brown

Paprika Batang Tembus Pasar Mancanegara

BATANG, Jowonews.com – Budidaya tanaman sayuran paprika yang dilakukan oleh para kelompok tani Desa Deles, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mampu menembus pasar mancanegara seperti Singapura dan Jepang.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Peni Murni Deles, Kecamatan Bawang Nur Cholis di Batang, Rabu (29/8/2018) mengatakan bahwa permintaan masyarakat terhadap buah sayuran paprika baik untuk pasar Indonesia maupun luar negeri terus meningkat.

“Saat ini, buah sayuran paprika yang dikembangkan oleh Gapoktan Peni Murni selain dikirim ke Singapura dan Jepang juga ke pasar dalam negeri seperti Bali, Bandung, dan Jakarta,” katanya.

Menurut dia, sistem pertanian yang diaplikasikan pada budidaya paprika merupakan sistem pertanian modern baik dari pengairan hingga cara penanganan hama tanaman tersebut.

Keuntungan budidaya paprika ini, kata dia, pangsa pasar jenis buah sayuran itu masih terbuka lebar karena permintaan pasar di Bali dan Bandung mampu mencapai 4 ton per minggu tetapi petani hanya masih mampu memenuhi 1 ton saja.

“Itu belum termasuk permintaan dari pasar mancanegara yang kini belum sepenuhnya mampu kita penuhi karena produksi buah sayuran ini masih terbatas,” katanya.

Ia mengatakan dengan lahan seluas 1 hektare maka setiap tahunnya para petani di Desa Deles bisa dua kali panen buah sayuran jenis paprika 30 ton.

“Ada sekitar 5 ribu pohon dengan luasan lahan green house 1 hektare. Dalam setahun, kami bisa panen 30 ton paprika dan baru di Jateng, kemungkinan hanya para petani di Deles yang mengembangkan paprika hingga menembus pasar mancanegara,” katanya.

Ia mengatakan semula ada anggapan dengan melakukan budidaya paprika akan merugi karena biayanya cukup besar yaitu hingga Rp250 juta per 500 meter persegi sedang hasil panen yang diperoleh belum bisa dipastikan.

“Akan tetapi, anggapan itu kini mulai menghilang karena petani sudah mengetahui tata cara menanam paprika yang baik dan benar. Sebenarnya jika dikelola dengan baik maka petani akan mendapatkan omset sekitar Rp370 juta sehingga modal bisa kembali pada tahun pertama,” katanya. (JWN3/Ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...