Jowonews

Logo Jowonews Brown

Pasar Murah Ramaikan HUT RI ke-70

Festival Budaya HUT RI ke 70
Festival Budaya HUT RI ke 70
Festival Budaya HUT RI ke 70

Semarang, Jowonews.com – Dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-70, Radio Rhema mengadakan acara Festival Pasar Apung Merdeka di Banjir Kanal Barat Jl. krokosono, senin (17/8), dimulai  pada pukul 12.00 wib sampai pukul 17.00 wib.

Ada berbagai macam stand yang turut memeriahkan dan memperkenalkan jajanan tradisional dengan harga murah meriah di sana. Seperti lomba dan bazar, demo memasak sajian kuliner khas Semarangan. 
Salah seorang panitia mengungkapkan bahwa harga yang dipatok dalam pasar murah ini sangat terjangkau bagi masyarakat. “Untuk pasar murah kita ada beras 3kg seharga Rp 20.000,-, minyak goreng Rp 7.500,- per liter,  1 kg gula pasir Rp 7.500,-,” ujarnya.
Tak hanya itu saja, dalam festival pasar apung ini tercatat kurang lebih 19 perahu telah disediakan yang akan digunakan untuk tempat berjualan. Sesuai dengan nama acaranya, perahu-perahu tersebut berada di tepi sungai banjir kanal barat yang nantinya akan melayani para pengunjung yang ingin berbelanja.
Diantara perahu-perahu tersebut beberapa diantaranya menjual sayur mayur, leker, gethuk, es cincau, buah-buahan, dan lain-lain. Tidak hanya itu, perahu-perahu tersebut juga dihias dengan bendera merah putih yang sekaligus untuk menyambut Dirgahayu Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-70.
Penanggungjawab acara, Carmela menjelaskan bahwa selain memperkenalkan berbagai jajanan tradisional, bazar murah, dan perahu, acara ini juga dimeriahkan oleh siswa-siswi SMA, SMK, dan SMP se-Kota Semarang. Seperti Sekolah Terang Bangsa, SMAN 1 Semarang dan masih banyak lagi. 
“Mereka  menampilkan kesenian dari sekolah masing-masing. Seperti SMA dan SMP Terang Bangsa yang menampilkan Marching Band dengan beraneka macam alat musik. Ada tenor, terompet, drum band, dll,” jelasnya. 
Joy Iskandar, Mentor Marching Band Sekolah Terang Bangsa mengatakan bahwa anak-anak terang bangsa ditugaskan oleh panitia untuk membuka acara sekaligus ‘woro-woro’ kepada masyarakat. “Kami di sini bertugas mengumpulkan massa supaya acara pasar apung merdeka lebih semarak, ramai pengunjung dan terhibur,” ujarnya. 
Tidak kalah menarik di sela-sela pementasan grup band dari siswa-siswi SMA se-Kota Semarang ada salah satu siswa Sekolah Luar Biasa (SLB-) menyanyikan lagu “tujuh belas agustus” di atas panggung. Dia bernama Raffi, umur 12 tahun kelas IX sekolah menengah pertama. Semua penonton terharu dan kagum  terhadap penampilannya.
Antusiasme tinggi dari masyarakat dengan adanya gelaran Festival Pasar Apung Merdeka di banjir kanal barat atau tepatnya di jalan Kokrosono begitu luar biasa. Meski dibawah terik matahari yang menyengat, namun tidak mengurangi minat warga yang datang menyaksikan gelaran festival ini.

BACA JUGA  BPKP Mulai Hitung Kerugian "Semarang Pesona Asia"

Disisi lain, banyaknya pengunjung sempat membuat kemacetan di jalan Kokrosono maupun sekitarnya, pasalnya ruas jalan menjadi menyempit akibat digunakan untuk parkir para pengunjung. (JN14)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...