Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Paslon Kesulitan Atasi Banjir

pilkadaSEMARANG, Jowonews.com – Tiga pasangan calon (Paslon) walikota/wakil walikota Semarang ternyata masih mengalami kesulitan mengatasi persoalan banjir yang sering terjadi di Kota Semarang. Visi-misi ketiga pasangan tidak menyentuh akar masalah dari sumbernya langsung.

Padahal, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan oleh Kota Semarang saja. Tapi harus diselesaikan dan dibicarakan dengan daerah tetangga.

Demikian benang merah yang bisa ditarik dari talkshow ‘Bedah Visi Misi Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang 2016-2021’, di Gedung Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Lantai 6, Selasa (15/9), malam.

Prof Sudharto, Dr. Widya Wijayanti, dan Prof. FX. Sugiyanto secara tajam dan akurat memberikan  pertanyaan mendasar terhadap permasalahan di Kota Semarang.

 “Diperlukan kebijakan tata ruang dan wilayah yang jelas dan berkelanjutan, jangan dipenggal. Karena bagaimanapun siapa yang terpilih sebagai walikota akan bersinergi dan bekerjasama dengan DP2K sebagai mitra pembangunan,” ungkap Prof. Sudiarto dengan gemes, lantaran jawaban dari tiga paslon tak menyentuh dasar permasalahan dan tak mengangkat akar masalah dari sumbernya langsung.

Sebelumnya calon nomor satu Soemarmo menyampaikan akan membangun Polder Banger, Tawang, Embung dan Cek Dam untuk mengatasi banjir dan rob di Kota Semarang.

 “Selama masa kepemimpinan saya Polder Tawang, Banger sebenarnya masuk dalam RPJPD, tapi entah kenapa tak berlanjut pada kepemimpinan berikutnya,” katanya sedikit menyindir kepemimpinan saat Hendrar Prihadi.

Ia juga telah memetakan dalam Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) akan melanjutkan programnya yang ‘macet’ untuk membangun infrastruktur Jalan Lingkar Utara, Barat dan Selatan.

Mendapat paparan tersebut, Hendrar Prihadi yang berkesempatan menjawab panelis berikutnya menyatakan dalam program penanganan banjir akan merevitalisasi saluran polder dan sungai. Selain revitalisasi, akan dibangun jalan jalur lingkar luar sebagai sabuk pantai.

BACA JUGA  Pilkada Usai, Pemkot Tetap Proses Istri Anung

 “Jangan lupa perlunya Perda eksplorasi air tanah yang berlebihan karena akan menurunkan kualitas air dan daratan yang menyebabkan rob,” jelasnya.

Dalam mengatasi kemacetan, Hendi sapaan Hendrar Prihadi masih mengandalkan moda transportasi Bus Rapid Trans (BRT) dengan penambahan Koridor.

“Sebelumnya jalan akan dilebarkan meski pasti akan ada permasalah pembebasan tanah yang sulit bagi pemilik lahan pinggir jalan, sehingga pemerintah nanti berkewajiban menyediakan transportasi massal sebagai solusinya yakni BRT,” tambahnya.

Masih memanfaatkan hasil kerja kepemimpinannya, Hendi tetap melanjutkan proyek Underpass Jatingaleh. Peningkatan BRT dari 2010 dari satu koridor hingga 2015 sudah ada empat koridor. “Sangat mengatasi kebutuhan transportasi massal, dulu 50 ribu / tahun kini mencapai 5 juta pertahun,” terangnya.

Program lainnya, Hendi akan membuat transportasi komuter Monorel yang akan menyambungkan daerah penyangga (hinterland) sekitar Semarang seperti Kendal, Demak dan Kabupaten Semarang.

Tak mau kalah, paslon nomor urut tiga Sigit Ibnugroho Saraspono mengkritisi padatnya kendaraan roda dua yang akhirnya menjadi penumpukan dipusat kota Semarang. Penduduk Semarang terlalu banyak disuplai oleh kawasan pinggirian penyangga (hinterland) lantaran tak merata moda transportasi dan pembatasan ijin penjualan kendaraan roda dua.  

“Karena belum meratanya transportasi masal, peningkatan fungsi BRT akan kita perbanyak bahkan akan masuk ke perumahan pinggiran kota untuk jemput bola. Kita manfaatkan juga angkutan umum lainnya sebagai feeder bagi BRT sehingga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas dan pengiritan BBM,” bebernya. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...