Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Pemkot Solo Butuh Rp 28 M untuk Revitalisasi Ndalem Joyokusuman

SOLO, Jowonews.com – Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, menyatakan revitalisasi bangunan kuno, Ndalem Joyokusuman yang dahulu tempat tinggal para pangeran dari putra mendiang penguasa Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono X, diperlukan dana Rp28 miliar.

Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Tata Ruang Kota Pemkot Surakarta Mufti Raharjo di Solo, Jumat, mengatakan untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, rencananya pemkot mengajukan anggaran kepada pemerintah pusat dan Gubernur Jawa Tengah.

Saat ini, pemkot tengah menyusun detail engineering design (DED) untuk merevitalisasi Ndalem Joyokusuman. Diperkirakan pemkot mengajukan anggaran sekitar Rp28 miliar kepada pemerintah pusat dan Gubernur Jawa Tengah pada tahun depan.

“Untuk perinciannya, nanti dari Kemen PU (Kementerian Pekerjaan Umum) kita akan mengajukan sekitar Rp20,5 miliar untuk fisik bangunan, sedangkan dari dana Gubernur Jawa Tengah kita ajukan sekitar Rp7,5 miliar untuk menata kawasan di sekitarnya,” katanya.

Mufti mengatakan untuk bangunan fisik dibutuhkan dana cukup besar pasalnya saat ini bangunan Ndalem Joyokuysuman sudah tidak terawat.

“Kemarin sudah kita ambil gambar dari atas. Dari hasilnya, bangunan Ndalem Joyokusuman ini sudah terlihat seperti hutan. Makanya diperlukan dana cukup besar untuk perbaikan fisiknya,” katanya.

Terkait dengan penataan kawasannya, pemkot akan menata jalan menuju Ndalem Joyokusuman dan memberikan solusi untuk empat rumah semipermanen yang ada di lahan tersebut.

“Saat ini kita sudah mempersiapkan solusi bagi mereka. Namun tentunya menunggu kebijakan wali kota dulu. Namun, tentunya kita akan tetap memberikan solusi yang terbaik untuk mereka,” katanya.

Untuk penataan kawasan jalan, katanya, pemkot tidak akan membebaskan lahan sekitar untuk memperlebar jalan. Pemkot hanya berpegang pada sertifikat Ndalem Joyokusuman dan kawasan jalan yang saat ini ada.

BACA JUGA  Mal di Solo Mulai Berani Gelar Pameran

“Kalau pembebasan lahannya untuk bangunan semipermanen yang ada di pintu masuk itu saja, sedangkan untuk jalan menuju kawasan Ndalem Joyokusuman kita tidak akan membebaskan lahan,” ujarnya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya akan berupaya memulihkan bangunan Ndalem Joyokusuman supaya bisa digunakan sebagai pusat budaya.

Selain itu, katanya, bisa menambah pengetahuan generasi muda mengenai budaya Jawa agar tidak hilang. (jn03/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...