Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Pemkot Surakarta Akan Lelang Perluasan Parkir Elektronik Awal Tahun 2016

SOLO, Jowonews.com – Pemerintah Kota Surakarta menyatakan akan segera melakukan proses lelang pengadaan alat parkir elektronik di tiga kawasan perluasan di daerah setempat.

“Proses lelang pengadaan alat parkir elektronik akan mulai dilaksanakan pada awal tahun depan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemkot Surakarta Yosca Herman Soedrajat di Solo, Selasa.

Dia mengatakan perluasan kawasan parkir elektronik di tiga kawasan tersebut meliputi Jalan dr. Radjiman dari penggalan Coyudan-simpang empat Pasar Kembang, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Gatot Subroto yang akan diterapkan mulai Maret 2016.

Ia mengatakan paling lambat Maret 2016 nanti penerapan parkir elektronik di tiga kawasan itu bisa dilaksanakan. “Parkir elektronik akan diterapkan di seluruh kota. Tapi bertahap dulu, tahun depan kita terapkan lagi di Jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Subroto, dan menyelesaikan penggalan Coyudan-Pasar Kembang,” katanya.

Herman mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi selama uji coba penerapan parkir elektronik di kawasan Coyudan-Singosaren. Kendala itu di antaranya terbatasnya waktu pengoperasian alat dan kemampuan juru parkir dalam mengoperasikan alat tersebut.

Ia mengatakan kemampuan juru parkir satu dengan lainnya tidak sama. Pihaknya tengah mencari solusi tepat untuk menyelesaikan kendala tersebut. Seperti salah satunya harus memberi pelatihan intensif kepada para juru parkir bagaimana mengoperasikan alat parkir elektronik.

Dia mengaku dibutuhkan waktu untuk penyesuaian pelaksanaan program baru itu. “Mencetak karcis parkir dan mengatur keluar-masuk kendaraan itu kan butuh waktu. Jadi kadang juru parkir langsung kelabakan misalnya ada kendaraan lain yang akan keluar atau masuk,” katanya.

Penerapan parkir elektronik mampu menekan kebocoran parkir. Herman menjamin penerapan sistem parkir elektronik tidak akan menghilangkan keberadaan juru parkir. Juru parkir dipertahankan dengan diberi pelatihan khusus untuk mengoperasikan mesin parkir elektronik.

BACA JUGA  Langgar Pembatasan, Dua Rumah Makan di Solo Ditutup

Ia mengatakan juru parkir yang bekerja di kawasan Coyudan-Singosaren menggunakan peralatan telepon seluler yang tersambung dengan printer portabel yang tergantung di pinggang. Penggunaan peralatan portabel membuat juru parkir tetap leluasa mengatur kendaraan yang terparkir agar lebih rapi. “Lebih efektif dibanding menggunakan komputer,” katanya.

Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Pemkot Surakarta M. Usman mengatakan pemkot menyiapkan anggaran Rp500 juta untuk penerapan parkir elektronik di APBD 2016.

Ia mengatakan sebagai tahap pilot project, parkir elektronik diterapkan di kawasan Coyudan-Singosaren. Hal ini lantaran konflik antara pengguna jasa parkir dan juru parkir tergolong tinggi. Parkir elektronik bertarif progresif ini diterapkan guna meredam konflik tersebut.   (Jn16/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...