Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Pengelola MAJT Dimekarkan Jadi 74 Orang 

pelantikan 1SEMARANG, Jowonews.com – Pengurus Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah(MAJT) yang semula hanya 15 orang, kini dimekarkan menjadi 74 orang.

Berdasarkan SK Gubernur Jateng Nomor 450/54 Tahun 2015 Pengurus Dewan Pelaksana Pengelola MAJT Dewan Pelaksana Ketua Dr H Noor Achmad MA, Wakil Ketua I,II dan III Prof Dr H Ali Mansyur SH MH, KH Hanief Ismail Lc dan H Agus Fathuddin Yusuf.

Sekretariat terdiri Sekretaris Drs H Muhyidin MAg, Wakil Sekretaris I dan II Drs H Aufarul Marom MSi dan Drs H Istajib AS. Bendahara dan Wakil Dr Nurhadi dan H Mustain. Dilengkapi enam ketua-ketua bidang.

‘’Untuk ngurusi masjid seluas 10 hektare, tidak mungkin hanya 15 orang. Maka atas seizin gubernur di bidang-bidang kami kembangkan ada sekretaris bidang dan anggota bidang. Masing-masing sesuai keahlian dan kemampuannya sembilan sampai sepuluh orang,’’ kata Noor Achmad saat melantik pengurus pleno MAJT di aula Masjid Agung Jawa Tengah, belum lama ini.

Acara itu juga sekaligus sebagai rapat kerja dan halalbihalal.
Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutan dibacakan Plh Asisten Kesra Taufik Hidayat mengatakan, semua pengurus dewan pelaksana pengelola harus mampu men-jawab persoalan spiritual dan sosial yang terjadi di masyarakat.

‘’Jadi, ide-ide cerdas harus muncul dari dalam MAJT dalam pengembangan dakwah Islam sebagai agama yang Rahmatan lil ‘Alamin. Karena itu, sangat penting bagi saudara semua untuk menyusun program-program kerja yang aplikatif dan langsung bisa dirasakan manfaatnya bagi kehidupan masyarakat khususnya dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan,’’ katanya.  

Kasus Tolikara kata gubernur menjadi cermin atas masih rapuh-nya sendi-sendi kehidupan beragama yang ber-landaskan penghargaan dan toleransi para pe-meluknya. Kita tentu tidak ingin kasus yang sama terjadi lagi. Kita ingin ke-Bhinneka-an Indonesia dan keberagaman yang ada di Jawa Tengah men-jadi sumber kekuatan bukan justru perpecahan.

BACA JUGA  Ganti Rugi Jalan Jolotundo, Ulama Deadline Pemkot Pertengahan Januari

Ganjar minta, MAJT menjadi motor dan contoh bagi tumbuh dan berkem-bangnya nilai-nilai toleransi dalam kehidupan beragama. Kemegahan fisik bangunan harus diimbangi dengan kecerdasan dalam membangun semangat kebersamaan dan penghargaan diantara anak-anak bangsa. Ini akan memberi dampak luar biasa bagi teciptanya persudaraan dan perdamaian kehidupan diantara umat-umat beragama.

Islam Moderat

Menjawab harapan gubernur, Ketua MAJT Noor Achmad mengatakan, pihaknya bersama semua pengurus siap mejadikan MAJT tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tetapi juga tempat pengembangan Islam yang moderat, destinasi pemikiran, dan peradaban. Selain itu, juga tempat bertanya bagi siapa saja tentang masalah keIslaman dan kemasyarakatan.

“Kami sudah dibekali dengan banyak unit usaha. Ada hotel, restoran berputar di lantai 18, menara pandang, perkantoran, radio Dais, area perdagangan, kuliner, parkir. Untuk itu, ini harus dikelola dengan baik. Apalagi, selain sebagai salah satu obyek wisata religi, banyak masyarakat yang memanfaatkan luasnya lahan sebagai tempat berolahraga,” tutur Noor Achmad.

Dalam merealsiasikan harapan gubernur, program kerja ke depan pun akan terbagi dalam beberapa bidang. Seperti bidang pendidikan, bidang remaja dan wanita, bidang ketakmiran, bidang pembangunan, aset dan pemeliharaan, bidang usaha dan bidang hubungan masyarakat dan kerjasama.

“Kami akan menambah kerjasama dengan pihak lain. MAJT ini kan sudah menjadi masjid nomor satu di Indonesia. Tentu kami juga akan membangun jaringan dengan masjid di seluruh dunia sekaligus menegaskan, MAJT tidak kesana atau kesini, tetapi mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya. (JN01)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...