Jowonews

Perajin Batik Seragam Solo Kebanjiran Pemesan

batik-pekalonganSolo, Jowonews.com – Jelang tahun ajaran baru, perajin batik sablon dengan cara tradisional di Kelurahan Tipes, Kecamatan Laweyan Solo menerima permintaan terus meningkat terutama hem untuk seragam sekolah.

“Hem Batik seragam untuk anak sekolah pada ajaran baru mengalami peningkatan sekitar 50 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Sardi (50) pemilik home industri batik sablon Laweyan Solo, Selasa (23/6).

Dikatakan Sardi, permintaan hem seragan sekolah pada ajaran baru tahun ini, rata-rata sebanyak 3.000 potong per bulan atau meningkat sekitar 30 persen. Oleh karena itu, pihaknya beberapa bulan ini terus fokus memproduksi batik sablon untuk seragam sekolah baik untuk sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA).

Kemampuan produksinya rata-rata mencapai 1.500 hingga 2.000 meter per hari. Soal motif batik untuk seragam sekolah memang ada corak khas simbol daerah pemesan seperti Papua ada gambar burung cendrawasih dan daerah lain berbeda lagi.

Semua desain motif batik yang mengerjakan tetap pihaknya, hanya saja pemesan memberikan simbol khas daerah berupa gambar. “Kami mendapatkan pesanan hem seragam sekolah batik, misalnya dari Kabupaten Labuhan Batu Sumut, sebanyak 9.000 potong untuk siswa SD, 5.000 potong (SMP), dan 4.200 potong (SMA),” katanya.

Hem batik seragam sekolah tersebut, kata dia, dikirim ke daerah pemesan melalui angkutan darat dengan menyewa kendaraan truk. Hem batik sekali kirim dengan truk bisa mencapai 300 koli lebih dengan biaya sekitar Rp25 juta. (JN03)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...