Jowonews

Logo Jowonews Brown

Pertamina Petakkan Sebaran Petralite di Jateng – DIY

 

BBM NaikSEMARANG, Jowonews.com—PT Pertamina (Persero) memastikan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru bernama Pertalite dilepas ke pasaran usai Salat Jumat (24/7) tadi siang.  Untuk permulaan, BBM beroktan 90 itu bakal diperkenalkan di SPBU Jalan Abdul Muis, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Acaranya di Jakarta dululah. Jumat ini, tahap pertama market test. Dipusatkan di Abdul Muis habis Jumatan,” ujar Ahmad di Jakarta, kemarin.

Setelah Pertalite diluncurkan, penjualannya juga dilakukan di 44 pom bensin di Jakarta. Sedangkan untuk luar Jakarta,  Pertalite akan diperkenalkan melalui 44 SPBU di Surabaya, 30 SPBU di Bandung, dan sisanya SPBU di rest area. “Sebetulnya ada 103 SPBU di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya, termasuk (tol) Cipali,” tandas Ahmad.

Ia juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung Pertalite di 103 SPBU itu. Namun soal harga, Pertamina masih merahasiakannya. Namun, menurut kabar beredar, harga Pertalite berkisar antara Rp 8.000 -8.400. Saat ini harga premium adalah Rp 7.400 per liter dan Pertamax di kisaran Rp 9.600 per liter.

Sementara itu, Pertamina Region IV Jateng-DIY hingga kini masih melakukan pemetaan Pertalite. Meski begitu, untuk kedua provinsi ini belum dapat dipastikan kapan akan mulai memasarkan bensin terbaru tersebut, mengingat Pertamina Pusat baru menetapkan uji pasar pada tahap awal dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Asisten External Relation Manager PT Pertamina (Persero) Region IV Jateng-DIY Roberth MV Dumatubun mengatakan, pihaknya masih mempersiapkan lokasi dan Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) mana saja yang akan diberikan kewenangan memasarkan Pertalite. Kondisi tersebut disesuaikan dengan tingkat daya beli masyarakat yang ada di sekelilingnya.

“Untuk Jateng-DIY kita sedang persiapkan, baik lokasi maupun SPBU-nya. Yang pasti, Jateng-DIY akan menyusul setelah tiga kota sebelumnya, khususnya di Kota Semarang,” katanya kepada Jateng Pos, kemarin.

BACA JUGA  15 Orang di Kota Semarang Meninggal Karena DBD

Ditambahkan, Pertamina juga masih mempelajari Terminal BBM yang paling siap, baik dari segi ketersediaan stok maupun wilayah dengan daya beli yany cukup baik. Pasalnya, akan percuma jika SPBU menyediakan Pertalite tetapi tidak ada yang membelinya.

“Percuma saja kalau SPBU sediakan Pertalite tapi tidak ada yang beli. Untuk itu sedang kami petakan dulu, mana saja SPBU yang bisa jadi percontohan, serta TBBM mana yang siap stok Pertalite,” imbuhnya.

Terkait dengan rencana detil jumlah SPBU yang akan menyediakan Pertalite, Roberth masih menunggu hasil evaluasi dari tim ritel. Setidaknya, awal bulan data resmi sudah bisa disosialisasikan, seiring pemasaran Pertalite yang segera diluncurkan.

“Soal detil masih dievaluasi, belum clear untuk angkanya. Tapi bulan depan lah, target kita ada hasil evaluasi dan rekomendasi,” ujarnya.

Disinggung mengenai segmen pasar yang dibidik untuk produk Pertalite, Roberth mengaku, jika melihat dari sisi harga akan berada di antara harga Premium dan Pertamax. Dengan begitu, produk terbaru ini tetap menyasar seluruh segmen pengendara mobil atau motor.

“Pertalite ini bisa sebagai alternatif pilihan BBM dengan kualitas yang lebih tinggi ketimbang Premium, namun masih di bawah Pertamax. Untuk berapa kepastian harganya, kita tunggu launching resminya,” tegasnya.

Ditegaskan, kehadiran Pertalite tidak serta merta menghilangkan bensin Premium di SPBU. Namun, hanya memberikan varian tambahan untuk jenis-jenis BBM.

Sementara itu, terkait tingkat konsumsi BBM di Jateng-DIY, saat ini konsumsi Pertamax terus meningkat. Meski masih dibawah konsumsi Premium, namun setidaknya saat ini konsumsi Pertamax sudah mencapai 1.086 KL/hari.

Adapun konsumsi premium pada hari normal perhari mencapai sekitar 9.347 KL, dan konsumsi Solar pada hari biasa sekitar 4.979 KL. (JN01)

BACA JUGA  Kudus Siapkan Car Free Night

 

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...