Jowonews

Logo Jowonews Brown

Protes Harga Ayam Terjun Bebas ke Titik Terendah, Puluhan Ribu Ekor Ayam Dibagikan Gratis

Semarang, Jowonews.com – Puluhan ribu ekor ayam seharga ratusan juta di bagikan pada masyarakat Kota Semarang hari ini, Rabu (26/6/2019. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk aksi protes oleh para peternak ayam broiler atas rendabnya harga jual di pasaran.

Muchlis (43), seorang peternak ayam asal Semarang yang ikut menyumbangkan 1000 ayamnya di Pasar Jatingaleh bercerita, saat ini harga ayam broiler terjun bebas dari angka 5 rb hingga 8 rb rupiah perkilonya.

“Berat sekali rasanya, satu kilogran hanya di hargai 5-8 ribu saja padahal HPPnya saja untuk 1 kg ayam bisa sampe Rp 18.500. tuturnya di sela sela acara pembagian ayam, Rabu/6/2019).

Kondisi ini, sebutnya berbanding terbalik dengan harga yang ada di pasaran.

“Harga ayam sekarang di pasar perkilonya saja masih sekitar Rp 28.000 / kilonya. Ini masih ada selisih sekitar Rp.20.000.

Ia juga menyayangkan ketiadaan peraturan dari pemerintah terhadap harga jual ayam dari peternak ke pedagang yang akhirnya menyebabkan kerugian ini.

“Ini para peternak ayam kalau mau digorok lehernya sudah ndak bisa keluar darahnya lagi. Sudah habis habisan ini. Apalagi kondisi ini sudah kami alami sejak Bulan September,” imbuhnya.

Lanjut, ia menuturkan jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka akan timbul keengganan di pihak para peternak untuk melanjutkan usahanya.

“Saya cuma takut kalau kondisi ini tidak segera di perbaiki, maka kami kan merugi lebih besar lagi. Nanti siapa yang akan mensupplay kebutuhan protein hewani di Jawa Tengah kalau kamu bangkrut dan berhenti?,” tutupnya.

Sementara itu, Sri Handayani (46) warga Jatingaleh, mengaku senang dengan aksi bagi bagi ayam yang dilakukan oleh para peternak.

“Allhamdulilah saya senang banget dapat ayam gratis hari ini. Besar besar pula, yang saya dapat kira kira beratnya 3 kg.

Namun, Sri mengaku tidak mengetahui apa tujuan dari aksi bagi bagi ayam tersebut.

“Wah ndak tahu saya kalau aksi ini buat protes karena harga ayam sangat murah dari tangan peternak, wong biasanya saya beli di pasar atau di pemotongan juga harganya normal saja sekitar 25 ribu rupiah perkilonya,” bebernya.

Senada dengan Muchlis, Ketua Pinsar Jateng, Parjuni menuturkan, aksi ini merupakan wujud kekecewaan terhadap regulasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah mengakibatkan oversupply ayam broiler.

Kementan dituding melanggar kesepakatan dengan peternak saat rapat koordinasi di Solo, beberapa waktu lalu. Dalam rakor tersebut, Kementan menyepakati persediaan pembibitan dipangkas 30 persen.

“Kami minta bibitnya segera dipangkas 30 persen. Itu hasil kesepakatan yang kami terima saat rapat bersama di Solo. Tapi kenapa sampai hari ini tidak juga disahkan. Padahal di sisi lain efeknya itu baru kelihatan sebulan kemudian,” tandasnya.

Di Kota Semarang sendirii, ada tujuh titik dengan total 11.500 ekor ayam. Yakni di Panti Mardi Utomo Jalan Mulawarman Tembalang (2.000 ekor), Dinas Pertanian Kota Semarang Jalan Slamet Riyadi 4B (3.000 ekor), Pasar Bulu Soegiyopranoto Tugumuda (1.500 ekor), Pasar Dargo Jalan Dr Cipto (1.500 ekor), Pasar Jatingaleh Jalan Teuku Umar (1.500 ekor), Pasar Relokasi MAJT Jalan Soekarno Hatta (1.250 ekor), dan Pasar Pedurungan Jalan Fatmawati (1.250 ekor). (jwn5)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...