Jowonews

Logo Jowonews Brown

Puluhan Rumah di Salatiga Terancam Longsor

SALATIGA,Jowonews.com – Puluhan rumah di sepanjang sungai  di RT 09 RW 10 Jetis  Kelurahan Sidorejo Lor, Salatiga  terancam longsor. Pasalnya, di musim hujan saat ini, rumah warga yang berlokasi persis di belakang sungai tersebut  tanahnya semakin mepet sungai karena tergerus air.

Pondasi sejumlah rumah di sungai sepanjang 100 meter tersebut bahkan ada yang menggantung. Berbagai upaya sudah dilakukan warga. Antara lain dengan menanami  pohon  bambu sebagai penyangga tanah agar tidak longsor.

Warga mendesak agar Pemkot Salatiga segera membangun talud di sepanjang sungai tersebut. Karena apabila tidak segera dibangun, bisa jadi puluhan rumah di pinggiran sungai tersebut akan longsor masuk jurang.

Bahkan kejadian longsor pernah dialami oleh warga di RW 10 itu, beberapa tahun lalu. Dua bangunan dapur warga ambruk masuk jurang akibat longsor.

Salah seorang warga setempat Bibit Mulyanto (63) mengatakan, sungai selebar sekitar 4 meter dan kedalaman sekitar 5 meter tersebut, lebarnya semakin bertambah karena setiap tahun tergerus air. Akibatnya tanah di  belakang rumah warga semakin terkikis.

“ Warga sudah bergotong royong melakukan pencegahan dengan menanami tanaman keras di pinggir sungai. Namun karena hujan deras terus menerus, tetap saja tanah terkikis. Warga khawatir bila sewaktu-waktu rumahnya longsor,” katanya.

Sementara warga lainnya Dwiyono menambahkan, warga sudah binggung bagaimana lagi cara untuk  mengantisipasi longsoran itu, sehingga ia berharap Pemkot segera turun tangan. “ Warga juga sudah mengusulkan di Musrenbang, namun belum ada tindaklanjutnya,” katanya.

Ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio, Selasa pagi meninjau langsung ke lokasi dan berdialog dengan warga. Menurut Teddy pembangunan talud di sepanjang sungai Jetis mendesak. Karena bila tidak segera dibangun, akan mengancam keselamatan jiwa warga yang tinggal di lokasi itu.

BACA JUGA  14 Ribu Pelari Siap Berlaga di Borobudur 10 K

“ Untuk membangun talud beton di masing-masing rumah minimal butuh dana Rp 10 juta, sementara untuk hidup sehari-hari saja, mereka pas-pasan,” ujarnya.

Teddy berjanji  akan mengusulkan pembangunan talud tersebut  ke Dinas Bina Marga agar  pembangunannya bisa dianggarkan pada anggaran perubahan 2016 ini atau pada  2017 mendatang.

“Menurut saya ini mendesak karena menyangkut keselamatan warga. Selain ditalud  perlu dilakukan normalisasi sungai  agar bisa  permanen dan warga tidak was was lagi,” ujarnya. (jn01/Jn16)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...