Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Realisasi Pengadaan Pangan Surakarta Capai 57,6 Ribu Ton

SOLO, Jowonews.com – Realisasi kegiatan pengadaan pangan dengan menyerap gabah hasil panen petani oleh Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta, hingga saat ini, mencapai 57.664 ton gabah kering panen (GKP).

“Kami terus melakukan membelian gabah hasil panen petani di sejumlah daerah eks Keresidenan Surakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Perum Bulog Sub-Divre III Surakarta Muhammad Rizal Mulyawan Latief, di Solo, Senin.

Menurut Muhammad Rizal realisasi pengadaan pangan tersebut jika disetarakan dengan beras mencapai sekitar 28.832 ton.

“Stok pangan yang tersimpan di gudang milik Bulog di tujuh wilayah kabupaten dan kota di eks Keresidenan Surakarta masih aman atau dapat memenuhi kebutuhan hingga empat bulan ke depan,” kata Muhammad Rizal.

Menurut dia, pihaknya melalui gudang-gudang penyimpanan milik Bulog telah melayani bantuan beras untuk keluarga sejahtera (Rastra) 2016 setiap bulannya.

Bulog dalam penyaluran rastra tahun ini, untuk masyarakat di wilayah Surakarta seperti Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Kota Solo mencapai 6.667 ton per bulan kepada 444.533 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM).

“Kami hingga Mei ini, mulai penyaluran bantuan beras kepada masyarakat tahap ke lima,” katanya.

Menurut dia, pihaknya dalam kegiatan penyaluran beras untuk keluarga yang kurang mampu di eks Keresidenan Surakarta hingga Mei ini, totalnya mencapai 33.335 ton setara beras.

Ia mengatakan pihaknya tetap optimistis dalam pengadaan pangan di Surakarta hingga akhir Desember mendatang akan memenuhi kebutuhan masyarakat tahun ini.

“Kami ditargetkan mampu menyerab gabah hasil panen petani mencapai 100 ribu ton tahun ini,” katanya.

Warsono (48) salah satu petani di Banyudono Boyolali mengatakan harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini, antara Rp3.800 per kg hingga Rp4.000 per kg.

BACA JUGA  Kebakaran Ruko di Pleburan, Satu Tewas

Petani saat ini, kata dia, cukup diuntungkan jika harga gabah tidak turun di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok Rp3.700 per kg. (jn03/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on print

Baca juga berita lainnya...