Jowonews

Logo Jowonews Brown

RSUD Kalisari Kekurangan Dokter Spesialis

wpid-berita-basuri-terima-15-dokter-muda-selama-setahun-tak-digaji-24784_a.jpgBATANG, Jowonews.com– Untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Kalisari Kabupaten Batang, tidak saja membangun sarana Fisik dengan penambahan gedung pelayanan, dan Alat Kesehatan Rumah sakit. Namun RSUD juga membutuhkan tenaga  dokter spesialis, seperti Dokter Spesialis Anak, THT, Jiwa dan Ortopedi,  yang saat ini dinilai masih kurang.

Dari data RSUD Kalisari Batang, saat ini RSUD baru memiliki dokter spesialis  THT dua orang, Spesialis jiwa dua orang, Spesialis Anak tiga orang dan sepesalis  bedah tulang satu orang. Hal itu dinilai sangat kurang, mengingat jumlah kunjungan per hari di RSUD Kalisari lebih dari 300 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kalisari Batang, dokter Agung Rumihadi, mengungkapkan bahwa pada pendaftaran seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Batang, tidak ada dokter spesialis yang mendaftar. Sehingga RSUD Kalisari Batang mengalami kekurangan dokter spesialis.

Menurutnya saat ini RSUD hanya mempunyai 10 dokter spesialis mitra, sehingga beberapa penyakit tertentu, masih harus di rumah sakit luar Kabupaten Batang, seperti Kabupaten/ Kota Pekalongan hingga Semarang. ” Penambahan dokter spesialis ini sudah menjadi keharusan rumah sakit daerah Kabupaten Batang, untuk lebih memaksimalkan pelayanan kesehatan bisa lebih baik lagi” ungkap Agung, Minggu (13/9).

Agung juga mengatakan dengan kekurangan akan dokter spesialis, mengkibatkan kurang maksimal dalam melayani masyarakat. Meski pihak RSUD sudah mempunyai dokter spesialis anak, satu spesalis Telinga Hidung Tenggorokan, spesialis Jiwa, dan spesalis bedah tulang atau ortopedi.

Menurutya untuk status dokter tersebut merupakan dokter mitra. Namun demikian pihak RSUD Kalisari akan berusaha untuk memperjuangkan menjadi PNS, lewat jalur khusus, karna keberadaan dokter spesialis sangat dibutuh sekali.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Batang, bisa memperjuangkanya para dokter mitra tersebut menjadi dokter PNS, karena kami kesulitan mencari dokter spesialis. Karena Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis kemarin, tidak ada dokter spesialis yang mendaftar ” kata Agung.

BACA JUGA  Kemenkes Minta Warga Waspadai Malaria Saat Pandemi COVID-19

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Dokter Selamet Riyanto,menandaskan bahwa RSUD Batang, saat ini hanya memilki 10 dokter spesialis yang berstatus dokter mitra.

Menurutnya pihaknya akan memperjuangkan  agar mejadikan dokter PNS, di RSUDKalisari Batang, karena salah satu syarat untuk menjadi Rumah Sakit Tipe C, harus memenuhi kebutuhan tenaga dokter.

 ” Dengan adanya kekurangan dokter, maka RSUD Kalisari sulit untuk memenuhi syarat menjadi rumah sakit bertipe C, apalagi tipe rumah sakit tipe B. Dengan adanya penambahan dokter spesialis paling tidak bisa maksimalkan pelayanananya pada masyarakat,” tandas dokter Slamet Riyanto. (JN01)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...