Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Tengkulak Beras dari Jabar Serbu Banyumas

PURWOKERTO, Jowonews.com – Tengkulak beras dari wilayah Jawa Barat mulai menyerbu Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, yang segera memasuki panen raya sehingga Bulog Subdivisi Regional Banyumas harus bersaing dalam pembelian gabah petani.

“Satker (Satuan Kerja) Pengadaan dan mitra Bulog harus bersaing dengan tengkulak dari Jabar yang telah membawa truk dan siap menunggu panenan petani,” kata Pejabat Humas Bulog Subdivre Banyumas M Priyono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.

Oleh karena itu, kata dia, sejak sekarang Satker Pengadaan dan mitra Bulog harus bersiap-siap melakukan pembelian gabah petani karena panen raya akan berlangsung mulai pertengahan bulan Maret.

Lebih lanjut, dia mengakui bahwa Bulog Banyumas langsung melakukan pembelian gabah kering panen (GKP) begitu ada permintaan dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat panen di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, pada hari Senin (29/2).

“Kami membelinya dengan harga Rp3.700 per kilogram sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) karena kualitasnya medium. Jika ada gabah yang memiliki kualitas premium, kami akan menyesuaikan dengan harga pasar dan masuk dalam penyerapan premium,” katanya.

Menurut dia, mitra Bulog juga sudah mengajukan kontrak pengadaan gabah dan beras sehingga penyerapan hasil panen petani mulai dilakukan.

Dia mengakui bahwa proses untuk mengeringkan gabah hingga digiling menjadi beras membutuhkan waktu yang cukup panjang karena curah hujan saat ini masih tinggi.

Bahkan, kata dia, proses penjemuran GKP menjadi gabah kering giling (GKG) membutuhkan waktu sekitar satu minggu dan selanjutnya proses penggilingan.

“Saat musim kemarau, dari penyerapan hasil panen hingga menjadi beras hanya butuh waktu tiga sampai empat hari. Curah hujan yang cukup tinggi juga berdampak pada tingginya kadar air pada padi,” katanya.

BACA JUGA  Grebek Rumdin Camat, Panwaslu Temukan Paket Sembakau dari Calon

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pembelian gabah dari petani harus secepatnya dilakukan agar tidak didahului oleh tengkulak terutama yang berasal dari luar daerah.

Ia mengaku optimistis prognosa pengadaan pangan sebesar 80.000 ton setara beras pada tahun 2016 dapat tercapai. (jn03/ant)

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...