Jowonews

Logo Jowonews Brown

Terdampak Beras Mahal, Karak Dompon Disusutkan

Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras Miskin. (Foto : VIVA)
Beras

 

KARANGANYAR, Jowonews.com – Industri kecil pembuat karak dompon khas Karanganyar terkena dampak kenaikan harga beras. Pasalnya. Pabrik karak satu-satunya yang masih bertahan di Karanganyar itu terpaksa menyusutkan kerupuk berbahan dasar beras buatannya.

Menurut Anik,pekerja di industri pembuatan karak milik Ny Hadi Siswanto mengatakan, penyusutan ukuran terpaksa dilakukan daripada harus menaikan harga.

Selama ini karak tersebut dijual dengan harga per 30 biji karak Dompon sebesar Rp 5 ribu. Sementara untuk 100 buah karak, dijual Rp 16 ribu. “Bahannya kita pakai beras IR-64. Harga beras per kilogramnya sekarang mencapai Rp 12 ribu, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 8.500 sampai Rp 9 ribu. Karena harga bahan bakunya naik tinggi, ya ukuran karak terpaksa kami kecilkan,” terangnya pada wartawan Kamis (26/2).

Normalnya, satu cetakan adonan karak berukuran 60 x 30 cm yang biasa disebut Gendar itu bisa menghasilkan 8 potongan panjang karak mentah. Tapi sekarang, satu cetakan itu dijadikan 9 potong. Potongan panjang  kemudian diiris kecil-kecil, selanjutnya gendar dikeringkan dengan cara dijemur.

Anik mengaku, karak buatan industri kecil di Kampung Dompon RT 3 RW 8, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Karanganyar Kota itu tidak memakai beras campuran, dalam proses pembuatannya.

Mahalnya harga beras, juga menyebabkan pabrik karak yang dikelola secara turun temurun itu tidak bisa stok bahan baku. Dalam kondisi normal, biasanya ada stok beras 5 kwintal sampai 1 ton di gudang, untuk keperluan produksi. “Sekarang tidak mungkin stok. Kalau ada beras, langsung dibikin. Lha kalau stok beras terlalu banyak, nanti rugi, kalau harganya tiba-tiba turun,” ujarnya.

Saino, salah satu pelanggan pabrik karak tersebut memaklumi, jika ukuran karak yang dibelinya sekarang menyusut dari biasanya. “Setiap hari saya membeli enam bungkus karak, untuk warung soto saya. Tak mengapa menyusut, wong harga berasnya juga mahal,” tukasnya.(JN01)

BACA JUGA  Pemkab Karanganyar Belum Maksimalkan Pengembangan Obat Tradisional

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...