Jowonews

Logo Jowonews Brown

Unnes Minta Mahasiswa Papua Percepat Studinya

SEMARANG, Jowonews.com – Universitas Negeri Semarang mendorong mahasiswanya asal Papua peserta program Afirmasi Pendidikan (ADik) mempercepat masa studi agar bisa segera mengabdi di daerahnya.

“Ada 23 mahasiswa kami dari Papua yang menjadi peserta program ADik dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unnes Bambang BR di Ungaran, Kabupaten Semarang.

Hal tersebut diungkapkannya saat “Pendampingan Bagi Mahasiswa Program Afirmasi dan Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T)” yang berlangsung di Hotel c3 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Menurutnya, selama ini pelayanan pendidikan, khususnya di daerah 3T, seperti Papua memang masih minim, terutama masih kurangnya sarana dan prasarana untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.

“Di samping itu, masalah yang lebih penting lagi adalah mengenai kualitas guru. Tuntutan mengajar bagi seorang guru di daerah terpencil lebih berat dibandingkan guru-guru di daerah perkotaan,” katanya.

Unnes, kata dia, sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) berkewajiban menjaga kualitas guru, termasuk mahasiswa asal Papua yang nantinya akan kembali ke kampung halamannya untuk mengajar.

Pendampingan bagi mahasiswa asal Papua itu, kata dia, berlangsung mulai 27-29 Desember 2016 yang diisi dengan matrikulasi untuk pembekalan dan pendampingan agar mereka siap menjalankan pengabdiannya.

Bambang menambahkan Unnes berkomitmen terhadap program dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti dengan melakukan pendampingan terhadap para peserta program ADik.

Sementara itu, Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman mengatakan kegiatan pendampingan itu harus terus dilakukan untuk mempercepat masa studi mahasiswa program afirmasi Papua dan daerah 3T.

“Tentunya, tanpa mengurangi kualitas keilmuannya. Mereka (23 mahasiswa asal Papua) saat ini sudah masuk pada semester tiga,” kata Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu.

Diharapkan, kata dia, percepatan studi tersebut bisa membuat para mahasiswa asal Papua itu segera melaksanakan kewajibannya mengabdi dan mengembangkan sektor pendidikan di tanah kelahirannya.

“Kami akan bekali mereka dengan pendidikan karakter berbasis konservasi untuk menyemaikan dan mengembangkan nilai religius, jujur, peduli, toleran, demokratis, santun, cerdas, dan tangguh,” pungkasnya. (Jn19/ant)

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Baca juga berita lainnya...