Jowonews

Logo Jowonews Brown

Kabar Ndeso

Warga Klaten Nikahkan Dua Jin

KLATEN, Jowonews.com  – Warga Dukuh Krajan, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, geger. Pasalnya, pasangan suami istri Wardi Siswanto (64) dan Lasiyem (64) menikahkan Jin bernama Hardiyem yang merupakan anak gaibnya dengan Jin lainnya dari wilayah Pantai Selatan, yang bernama Joko Purnomo.

Pernikahan layaknya hajatan mantu ini dihadiri oleh puluhan warga setempat. Bahkan informasi yang berhasil peroleh wartawan, pernikahan gaib ini dipimpin oleh modin atau Kaur Kesra desa  setempat, Tukimin(55).

“Pernikahan ini kami lakukan setelah Hardiyem meminta dinikahkan dengan jin yang bernama Joko Purnama. Joko merupakan jin anak ratu laut kidul,” kata Lasiyem.

Lasiyem mengisahkan, pertemuannya dengan Hardiyem bermula pada 25 tahun lalu. Ketika itu, Lasiyem yang pulang dari sawah menemukan sebuah plastik berisi orok bayi yang sudah dalam keadaan meninggal.

Karena kasihan, orok bayi yang sengaja dibuang oleh orangtuanya tersebut dibawa pulang untuk dikebumikan.

Setelah 10 tahun berselang, orok bayi tersebut telah berusia remaja. Saat itulah, secara gaib, orok bayi remaja tersebut mengatakan ingin ikut dengan Lasiyem. “Saya jawab, asal tidak mengganggu dan merepotkan, silakan saja kalau mau ikut saya,” papar Lasiyem.

Setahun yang lalu, imbuh Lasiyem, Hardiyem mengaku berkenalan dengan Jin asal laut selatan. Perkenalan tersebut terjadi saat Lasiyem berlibur di Pantai Baron, Gunung Kidul. “Setelah perkenalan itu, Hardiyem minta dinikahkan,” urai Lasiyem.

Sebagai mediasi saat ijab qobul, mempelai putri Hartiyem dilakukan Mbah Lasiyem dan sebaliknya mempelai putra, Joko Purnomo, dilakukan suaminya, Wardi. Dengan bacaan Surat Alfatehah dan bacaan dua Kalimat Syahadad prosesi pernikahan gaib ini dinyatakan sah. “Saya sudah merasa senang dan bahagia bisa menikahkan Hardiyem,” jelas Lasiyem.

Sementara itu, beberapa warga awalnya mengaku takut datang ke acara perhelatan pernikahan Jin tersebut. Namun kekhawatiran tersebut pupus setelah ada banyak warga yang datang untuk menghadiri acara pernikahan aneh itu.

“Awalnya ragu untuk datang karena takut kena imbas. Namun karena banyak warga yang datang, akhirnya saya datang juga,” ucap seorang warga setempat Karta Sasmita. (JN01/JN03)

BACA JUGA  Seribu Lebih Desa di Jateng Kekeringan

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...