Jowonews

Logo Jowonews Brown

YLKI Anggap Tabrakan Batik Air – Transnusa Keteledoran Serius

JAKARTA, Jowonews.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut tuntas insiden tabrakan/senggolan antara pesawat Batik Air dengan Tran Nusa di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Senin (4/4) malam.

“Tabrakan/senggolan antara Batik Air dan Trans Nusa di Bandara Halim malam ini, merupakan keteledoran yang sangat serius, dan harus diusut tuntas oleh KNKT,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi di Jakarta, Senin.

Tulus mengatakan, insiden itu menandakan tidak ada koordinasi antara petugas pengawas (ATC) dengan petugas darat yang sedang menarik pesawat Trans Nusa ke hanggar.

Dia juga menilai, insiden itu bukti bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia masih rendah.

“Kemenhub harus memberikan sanksi pada petugas yang terlibat dalam insiden ini, termasuk pada managemen Bandara Halim Perdana Kusuma,” ujarnya.

Sebelumnya, Pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma – Ujung Pandang, registrasi PK-LBS, nomor penerbangan ID 7703 bersenggolan dengan pesawat Transnusa sesaat sebelum lepas landas.

Direktur Utama Lion Air Group Edward Sirait di Jakarta, Senin mengatakan pesawat Batik Air sudah “di-release” untuk lepas landas oleh menara pengawas (ATC) dan sewaktu melakukan proses “take off” atau lepas landas bersenggolan dengan pesawat trans nusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan).

“Karena hal itu Pilot in Command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off) untuk memastikan keselamatan penumpang,” katanya.

Edward mengatakan pesawat Batik Air ID 7703 membawa 49 penumpang dan tujuh kru pesawat dan dipastikan semua penumpang dan kru dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yang lain. (Jn16/ant)

BACA JUGA  YLKI Serukan Boikot Lion Air

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...