Jowonews

Logo Jowonews Brown

Madhang

Sate Ayam Pak Djie Pati, Kuliner Legendaris Sejak 1976

Sate Ayam Pak Djie Pati

Sate ayam Pak Djie Pati merupakan salah satu kuliner legendaris di Kabupaten Pati dengan tekstur daging empuk, dan bumbu yang diolah menggunakan resep pilihan warisan keluarga.

Bagi pecinta kuliner di Pati dan sekitarnya yang ingin menikmati sate ayam beraroma unik, Warung Sate Ayam Pak Dji Pati bisa menjadi destinasi tujuan. Sate Ayam Pak Djie sudah ada sejak tahun 1976. Bisa dibilang tempat ini adalah warung sate legendaris di Kabupaten Pati.

Warung Sate Ayam Pak Djie terletak di Pujasera seberang hotel Kurnia, Jalan Tondonegoro, Pati Wetan. Saat ini Warung Sate Pak Dji dijalankan oleh generasi kedua yaitu anak dari almarhum Pak Dji.

Dilihat dari tampilannya, meski sama-sama menggunakan bumbu kacang, penyajian sate ayam Pak Dji berbeda dengan sate ayam Madura. Satu porsi sate ayam Pak Djie terdiri dari sepiring nasi/lontong; Sepuluh tusuk daging, jeroan dan telur, serta bumbu disajikan di piring terpisah.

Bisa dibilang cara penyajian sate ayam bumbu Pak Dji mirip dengan penyajian warung-warung sate kambing di Pati.

Bumbu kacang disajikan di piring terpisah, ditemani sambal hijau, irisan tomat, bawang merah segar, serta kecap. Bumbu ini disajikan tanpa diaduk.

Rasanya manis-asin dan sedikit pedas. Anda juga bisa menambahkan rasa asam segar dengan sedikit perasan buah jeruk nipis. Irisan jeruk nipis dan bawang putih goreng biasanya sudah tersaji di meja, dan pembeli dapat menambahkan sendiri sesuai selera.



“Awalnya warung sate ini ada di belakang toko Enggal, lalu pindah ke sebelah gedung DPRD. Sejak tahun 2014, kami pindah ke sini, Pujasera seberang hotel Kurnia,” kata Andrean Tri Mukti, putra bungsu Pak Dji, dikutip dari Tribun Jateng.

BACA JUGA  Tengkleng Solo, Kuliner Lezat Dari Tulang Kambing Yang Lahir Pada Masa Penjajahan

Menurut Andrean, yang membedakan Sate Pak Dji Pati dengan sate ayam lainnya adalah bumbu dan variasi satenya.

“Bumbunya pakai bumbu kacang, resep keluarga. Sementara itu varian saten yang ada disini ada beberapa macam. Tapi yang paling banyak diminta adalah sate telor,” ujarnya.

Andrean menegaskan Warung Sate Pak Dji tidak membuka cabang. Warung Sate Pak Djie di depan hotel Kurnia adalah satu-satunya.

Warung Sate Khas Pati ini buka setiap hari, Senin sampai Minggu. Pagi dimulai pukul 07.00 WIB hingga habis dan siang mulai pukul 16.30 WIB hingga malam hari. Namun, khusus hari Minggu warung sate Pak Djie ini hanya buka di pagi hari.

Satu porsi Sate Ayam Pak Dji harganya Rp 35.000. Menurut Andrean, rata-rata ia mampu menjual sekitar 50 porsi sate ayam setiap hari.

“Kami juga menerima pesanan untuk acara pernikahan atau hajatan lainnya,” ujarnya.

Simak Informasi lainnya dengan mengikuti Channel Jowonews di Google News

Bagikan berita ini jika menurutmu bermanfaat!

Baca juga berita lainnya...